Semarang, Indonesia ibuprofesionalsemarang@gmail.com

Minggu, 25 Februari 2018

Writing as Passion



Minggu lalu kita sudah membahas soal ide, bagaimana menemukan dan mengeksekusinya.  Ketika ide di kepala banyak, tapi kita selalu punya alasan kenapa ide-ide itu akhirnya menguap dan tidak berakhir menjadi tulisan. Mungkin kita patut bertanya. Apakah benar menulis sudah menjadi passion kita?


Passion adalah Nyawa Menulis

Oleh: Muhammad Arbain

Apa itu Passion?

 Passion sederhananya dapat dimaknai sebagai giroh (dalam bahasa Arab) atau yang sering disebut gairah (dalam bahasa Indonesia).
Sebagai seorang penulis, tidak jarang saya mengalami yang namanya tidak punya gairah dalam menulis. Buka laptop cuman dipandangi saja tapi menulis satu huruf saja rasanya berat apalagi membuat seuntai kata menjadi kalimat. Terkadang begitu banyak inspirasi dalam pikiran yang harus dituangkan dalam sebuah tulisan. Namun, gairah menulis tiba tiba hilang entah ke mana. Inspirasi bagaikan motor yang tak memiliki bensin. Tidak bisa bergerak laju, meskipun didorong. Menguras banyak energi dan kalori.

Memang menulis itu suatu aktivitas yang membosankan bagi orang yang tak suka menulis. Karena menulis bukanlah talenta atau keturunan (gen) bawaan lahir. Tapi, menulis itu butuh yang namanya keterampilan (skill). Keterampilan yang terus dilatih, sama halnya dengan mengendarai sepeda. Harus belajar meskipun terjatuh berkali kali. Mencoba dan terus mencoba hingga bisa. Belajar bisa dimulai dengan rajin membaca buku dan berlatih tiada jemu.

Menulis itu menurut saya butuh penelitian. Penelitian tentang gaya menulis yang merupakan ciri khas kita. Setiap penulis punya cara dan gaya berbeda. Nah, Jika ingin menjadi penulis harus punya namanya "khas" dirimu sendiri. Itulah yang membedakan antara penulis yang satu dengan lainnya. Jangan putus asa, karena kesuksesan itu ada ketika engkau ingin mengakhirinya.

Namun, semua itu tidak akan ada tanpa yang namanya "Passion". Karena Passion-lah yang akan menggerakkan hati, otak, dan tangan kita untuk melakukan sesuatu hal yang terbaik. Pekerjaan apapun itu, pasti membutuhkan Passion. Begitu juga dengan menulis. Passion adalah nyawa setiap pekerjaan.



Sumber: https://www.google.co.id/amp/s/www.kompasiana.com/amp/baimelqudsy/5986fdda8342a50c5e1c0942/passion-adalah-nyawa-menulis

Diskusi

Hari ini kita diskusi "tentang passion teman-teman dalam menulis". Sudah seberapa passionate sih teman-teman untuk menulis.

Dian Eka
Itu kayaknya belum sampai sana..masih seringnya diganduli mood. Belum sampai pada gairah yang seperti itu..lebih banyak insidental. Kepepet baru nulis buanyaaak. Nggak sreg hatinya atau suasananya ya... zonk lah sudah..absenπŸ˜”πŸ˜… Makanya sekarang harus berani kumpul bareng penulis, supaya dapat charge pecut semangatnya...πŸ™πŸ»

Winda Dwi: 
Saya belum sampai pada tahap itu mbak, baru memulai belajar biar berani nulis πŸ™ˆπŸ™ˆ

Ana Nurfitriana: 
Belum mbaa.. Hihi kadang masih suka bingung mau nulis apa πŸ˜…

Mia Hapsari: 
Saya belum sampai titik itu mba πŸ™ˆ, baru belajar berani nulis karena seringnya bahasa masih acak kadul dan baru di titik merasa happy kalo tulisannya sudah jadi. Entah bagus atau tidak hasilnya πŸ˜…πŸ˜…

Fauzia Chafitza:
Saya belum bisa menulis sehari sekali mba. Saya sangat tergantung mood anak lanang. Kalau minta seharian nemplok mamahnya, ya pasrah tidak bisa pegang hp πŸ˜…

Endriyani:
Saya juga belum, mba. Masih maju mundur cantik mau menulis.

Zia
Aku belum mba. Kadang suka ngumpul di kepala.. terus ilang gitu aja pas menghadap leptop/ hp.

Wahyu:
Saya kayanya msih jauh dari titik itu. Harus kepepet dulu bru nulis. Ide kadang banyak tapi nulisnya males.  Kadang kalau sedang nulis pun pinginnya yang singkat langsung ke inti tulisan..

Ezta: 
Saya juga kayaknya belum nemu ni. Semalem nyoba nulis, ide udah nemu.. eh baru beberapa paragraf mandeg. Bingung mau nulis apalagi, hihihi

Nurwening:
Sama mbak Wahyu, saya juga begitu. Kalau tidak tergerak sendiri belum mau nulis. Sama kayak sekarang, saya nebeng pendapat mbak Wahyu karena merasa sama, kok gak nulis sendiri, wkwkwk

Adis:
Saya masih jauh dari kata passion kayanya. Ikut rumbel ini pun supaya terpacu untuk nulis, harapannya kalo udah jadi habit, bisa enjoy banget nulisnya :)

Sip sip.. nggak apa-apa.. awalnya dulu aku juga gitu kok. Nulis nunggu mood, nulis nunggu waktu. lLama-lama mulai tergerak untuk lebih dari sekedar hobi.

Karena.. 
1. Lebih suka nulis daripada ngomong. Lebih runtut ketika membahasakan sesuatu lewat tulisan, daripada ngomong. Jadi dulu awal nulis panjang karena rajin bikin surat buat suami. Saking kalau ngomong kayanya nggak sampai, akhirnya ditulis deh. 
2. Kebutuhan. Karena Setelah resign qodarullah ditemukan dengan dunia literasi, dan nyemplung di content writing, jadilah mau nggak mau nulis setiap hari. 
3. Relaksasi. Meski kerjaannya nulis bukan berarti nggak pernah jenuh. Karena nulis berdasarkan permintaan klien, bukan pure ide pribadi. Lama-lama merasa butuh keseimbangan untuk nulis di luar kerjaan utama. Akhirnya mulai ngeblog lebih sering. Terus jadi kecanduan deh, kalau sehari nggak nulis, at least bikin status  fb yang panjang, rasanya pengen muring-muring.. hehe

Nurwening: 
Saya masih bingung mbak, ini passion bukan? Atau sekedar gaya-gayaan?? Saya pernah beberapa kali ikut lomba nulis gak besar sih tapi bisa juara 1 diantara 50an peserta pernah bikin saya GR berat. Atau pernah kepilih naskahnya masuk buku antologi. Tapi saya sadar saya ternyata pilih-pilih. Cuma kalo cocok aja: Tidak berani menantang diri diluar yang diketahui

Saya juga pilih-pilih kok mbak kalau antologi, nggak semua saya ikuti. Karena kalau nggak ada kliknya percuma juga sih ntar tulisannya nggak ada feelnya. Kalau saya lo ya :)

Nurul: 
Passion? Entah, yang pasti setelah menulis itu ada kepuasan tersendiri. Setelah nulis pikiran jadi plong.

Nah ini.. kepuasan tersendiri. Dan itu nggak bisa diterjemahkan dengan rupiah sekalipun, hehe. Nggak berharap dibaca sama orang.. tapi ketika ada yang nyolek.. "mbak, kemarin aku baca blogmu, seneng deh. Nulis terus ya." Itu kaya dapat undian trilyunan.. ooh ternyata ada yang menunggu tulisanku.  Jadi semangat untuk terus menulis lebih baik :)

Menurut Abah Rama,  passion itu  adalah suatu keadaan dimana Anda mampu melakukan suatu aktifitas dengan Enjoy, Easy dan Excellent. Anda senang melakukannya, Anda mudah melakukannya dan Anda baik dalam melakukannya.
Easy bukan berarti terus nggak pernah bingung memulai kalimat atau bikin ending ya. Aku rasa semua orang yang belajar menulis pasti pernah ngalamin titik itu kok. Tapi semakin diasah, semakin sering terbiasa menulis semakin lebih mengalir.

Di laptopku banyak tuh tulisan mandeg di tengah jalan, gara-gara bingung mau diterusin gimana wkwk Oya satu lagi.. banyak baca.. :)

Ezta: 
Berarti passion itu bisa dibentuk ya mbak? Aku dari kecil suka nulis jane, nulis diary..hihi Kalo lagi seneng sebel dll tak tulis di diary itu, tapi pas udah SMA aku ngga lagi nulis diary, ya palingan cuma sekedar coretan biasa ngga panjang.

Mau mengalir nulis. harus rajin baca. Baca apa aja..statusnya orang juga boleh kok.. kadang aku dapat ide dari baca status orang wkwk

Bisa banget mbak. Intinya sebenarnya di Enjoy.. love what you do, do what you love :)



Ezta:
Ini mbak..sepertinya kurang banget bacanya, jadi klo udah nemu ide trus nulis beberapa alinea ujug-ujug idenya mandeg. Serasa udah habis di alinea-alinea itu. Padahal palingan baru 100 kata entah ada ato ngga,itu gimana ya?😁😁

Nggak apa-apa mbak. Kalau memang bisanya segitu.. segitu aja dulu. Ntar coba lagi.. praktek lagi :)

Mia Hapsari:
Mba Marita, kalau rajin nulis berarti bisa jadi passion ya mba? Kalo rajin nulis apa tulisan kita juga bisa jadi enak dibaca mba, kok selama ini nulis tapi ya gituuu aja πŸ˜…πŸ˜…

Bisa jadi mbak. Yang menentukan enak dan nggak enak dibaca mah orang lain mbak. Jam terbang juga menentukan ya. Selain skill, menulis dari hati juga perlu. :)

Aku juga kebanyakan nulisnya pengalaman kok mbak, kalau nggak hasil datang seminar apa kajian.. makanya tagline blogku kan "diary emak dasteran, dari baperan jadi tulisan" wkwk.

Sebenarnya salah satu tanda menulis telah menjadi passion yaitu terus upgrade diri dalam skill menulis, Kaya yang dilakukan teman-teman sekarang nih. Pengen bisa tulisannya lebih mengalir, lebih enak dibaca, dsb. So, terus rawat passion itu ya dengan tetap konsisten menulis.

Mulai perlahan.. dari yang seratus kata dulu, kemudian naik jadi 300 kata.. 500 hingga mungkin nanti jadi 2000 kata.  Targetkan untuk baca buku minimal satu setiap bulan. Review bukunya kan bs jadi bahan tulisan juga.

Kalau belum bisa nulis sehari satu kali postingan di blog, awali dengan minimal satu minggu di blog. Manfaatkan sosmed untuk menulis juga. Bikin status fb ato caption IG yang agak panjangan.. dsb.

Ada banyak cara untuk melatih konsisten menulis, tinggal mau atau tidak :)




Tugas

Saya mau kasih PR buat minggu ini, khusus minggu ini ada dua PR ya.

Pertama, artikel mingguan seperti biasa yang dikumpulkan Paling lambat hari Sabtu, jam 17.00. 
Biar nggak ada alasan bingung nulis apa, Saya tentukan temanya ya.. "menjadikan menulis sebagai passion"

Kedua, dalam rangka menjaga passion penulis, wajib bagi semua member grup ini gabung dengan komunitas menulis dan blogging. Untuk komunitas menulis yang aku wajibkan: please join grup FB Ibu-ibu Doyan Nulis Interaktif. Qodarullah tadi pas nginguk ke grup itu, lagi ada persiapan mau bikin kelas untuk pemula.. hayuuuk serbu. 

Untuk komunitas blogging, karena di Semarang please join ke grup FB Blogger Gandjel Rel. Suggested silakan ikut Blogger Perempuan, Komunitas Emak Blogger, dan Blogger Muslimah. 

Kenapa harus gabung dengan komunitas menulis?
1. Networking
2. Nambah ilmu
3. Menjaga passion
4. Menjaga konsistensi

So, siap dengan dua tugas ini? Yang mau gabung selain dari komunitas-komunitas yang saya sebutkan di atas, boleh bangeeet. 

Katanya kan dekat-dekatlah sama penjual minyak wangi biar ketularan wangi. Nah, kalau pengen bisa nulis dengan lebih baik, Ayo pepet para penulis dan blogger senior, biar ketularan semangatnya.. 


List Posts of The Week (Periode 19 - 24 Februari 2018)

Tema minggu ini: "menjadikan menulis sebagai passion"

1. Wahyu
http://wahyudawetayu.blogspot.co.id/2018/02/memunculkan-passion-menulis.html

2. Zia
http://zeefauzeea.blogspot.co.id/2018/02/menulislagiyuk.html

3. Ezta
http://narendraprabowo.blogspot.co.id/2018/02/asyiknya-menulis.html

4. Adis
http://ummulabibah.blogspot.co.id/2018/02/menulis-teman-lama-yang-berusaha.html

5. Norma
http://www.keisyaavicenna.com/2018/02/11-alasanku-mencintai-aksara.html

6. Indah Laras
http://indahlarasichsan.blogspot.co.id/2018/02/menulis-keterpaksaan-sebuah-kebaikan.html

7. Nurwening
http://wen-dekamila.blogspot.co.id/2018/02/my-self-healing.html

8. Fauzia Chafitza
https://kacamatapsikolog.wordpress.com/2018/02/23/menulis-pangkal-sehat-jiwa

9. Winda Dwi
https://windamamahajid.tumblr.com/post/171228794892/yuk-jadikan-menulis-sebagai-passion

10. Nurul Kurniasih
http://untaiankatabunda.blogspot.co.id/2018/02/menulis-untuk-bahagia.html

11. Mia Hapsari
https://mamamiasstory.blogspot.co.id/2018/02/menjemput-passion-menulis.html

 12. Dian Eka
http://inidianekaningrum.blogspot.com/2018/02/merangkum-semesta-serupa-asa-aku_24.html

Salam Literasi!

0 comments:

Posting Komentar

Salam Kenal



Perkenalkan kami
Komunitas Ibu Profesional Semarang, blog ini berisi tentang informasi kegiatan dari komunitas kami juga beberapa artikel berkaitan dengan
women empowerment dan parenting.

Untuk bekerjasama dan informasi lebih lanjut bisa menghubungi kami di ibuprofesionalsemarang@gmail.com.

Popular Posts