Semarang, Indonesia ibuprofesionalsemarang@gmail.com

Rabu, 28 Februari 2018

Resume Kulwap “Memulai Tulisan dan Menembus Media”




Hari/ Tanggal  : Jum’at, 23 Februari 2018 – Jam 13.00 s/d 15.00
Penyelenggara: Rumbel Literasi Media Komunitas Ibu Profesional Semarang
Narasumber    : Keisya Norma Avicenna
Moderator dan Notulen: Marita Ningtyas

Profil Narasumber

Lulusan MIPA Biologi UNS yang hobi riset, baca dan nulis. Punya komunitas penulis cilik dan markas belajar menulis buat anak-anak (DNA WRITING CLUB).
Create your history with writing.
Creative writer wanna be...
@keisyaavicenna
Materi
Materi bisa disimak di sini:



Saya ingin terus menulis bahkan ingin terus melahirkan generasi penulis, generasi yang cinta budaya literasi, generasi yang produktif berkarya dan berprestasi karena saya tidak ingin ketika jatah hidup saya di dunia ini habis, orang hanya mengenal biografi saya hanya dari 3 kalimat saja : nama, tanggal lahir, dan tanggal wafat. Karena itulah, saya harus menyiapkan warisan yang semoga bisa bermanfaat dan bisa menjadi tabungan jariyah saya kelak.




Sesi Tanya Jawab

Pertanyaan 1 – Marita

Diceritain dong mbak awalnya terjun ke dunia tulis menulis hingga akhirnya menerbitkan banyak buku dan membangun DNA?

Jawaban Mbak Norma:

Sebenarnya saya suka  menulis sudah sejak SD karena sering diikutkan lomba yang berhubungan dengan Bahasa Indonesia. Prestasi saat SD pernah sampai tingkat provinsi saat mengikuti lomba sinopsis dan menceritakan kembali buku fiksi dan nonfiksi. Mulai benar-benar serius ingin jadi penulis sejak lulus kuliah tahun 2010. Waktu itu gabung di FLP. Dapat coaching dari penulis-penulis keren seperti mbak Afifah Afra, mbak Deasylawati, Pak Bambang Trim, kang Nassirun Poerwokartun, Casofa Fachmy dll. Juga pernah dicoaching pak langit kresna hariadi

Waktu di FLP (waktu itu FLP Solo ada 5 ranting salah satunya FLP Pelangi khusus untuk non mahasiswa pokoknya yang sudah kerja, ibu-ibu dan bapak-bapak gitu. Satu tahun pertama kami dicoaching nulis nonfiksi oleh Fachmy Casofa, editor Tiga Serangkai. Sampai akhirnya terbitlah buku solo saya Beauty Jannaty. Sebelumnya saya sudah nulis beberapa antologi juga bareng teman-teman. Membangun DNA... itu proyek pasca nikah. Ini sekilas profil DNA.

Alhamdulillah saat ini FLP masih berdiri. Sekarang sudah 21 tahun, baru saja milad 22 Februari kemarin. Sekarang ketuanya mbak Afifah Afra, CEO Penerbit Indiva Solo.

Jika dikatakan sudah mantap passion dan bakat sejak SD, sebenarnya itu semua karena peran kedua ortu saya yang sudah membangun habit membaca sejak dini.

Alhamdulillah sehingga sekarang mbak Norma selalu berada di "jalur"nya. Semoga kita bisa menjadi orangtua yang paham untuk menumbuhkan habit membaca seperti kedua orangtua mbak Norma.

Pertanyaan 2 – Mbak Rista

Bagaimana caranya agar tulisan kita menarik untuk dibaca, mudah dipahami dan cenderung tidak kaku buat dibaca?

Jawaban mbak Norma:

Semuanya seiring proses dan jam terbang mbak. Banyak baca, banyak berlatih, itu kunci pamungkasnya.

Saya dulu belajar pakai teknik BENCHMARKING. Saya dapat pertanyaan dari mentor saya, siapa penulis favoritmu? Lalu saya jawab, waktu itu saya ngefans sama Gola Gong. Nah, mentor saya nyuruh baca karya-karya Gola Gong. Rasakan, bagaimana saat beliau memilih kata, gaya bahasanya, teknis nulisnya, kapan pakai tanda koma-titik dsb, amati sedetail-detailnya lalu praktiklah seperti gaya Gola Gong.

Terus saya ikuti saran mentor saya. Saya riset habis-habisan gaya nulis mas Gola yang enak banget menurut saya. Ya itu mbak... seiring jam terbang lama-lama kita akan punya gaya menulis tersendiri.

Langkah meriset habis-habisan; saya baca karya-karya mas Gong. Sampai saya stabilo bagian-bagian yang menurut saya khas beliau banget dan penting, saya catat gitu. Waktu ada kesempatan bertemu dengan beliau, saya langsung tanyakan beberapa hal. Intinya saya gali apa yang membedakan mas Gola Gong dengan penulis lain.

Kalau penulis cewek favorit saya yaitu mbak Asma Nadia.

Kemudian, mulailah dari yang sederhana dan kita pahami. Itu teknis selanjutnya.

Pertanyaan 3 – Mbak Nurul

1. Langkah awal untuk mengajarkan menulis pada anak itu seperti apa mbak? Pernah beberapa kali anak saya bilang, "Aku mau nulis nulis gitu juga seperti Ummi."

2. Berapa banyak karya mbak Keisya yang sudah diterbitkan baik berupa buku maupun tulisan saja di media masa? Fiksi atau non fiksi?

3. Bagaimana cara membagi waktu antara kegiatan sehari-hari dan menulis?

Jawaban Mbak Norma:

1. Kebanyakan penulis pemula (untuk anak-anak) saya ajarkan teknik menulis cerita berdasarkan pengalaman mbak. Karena anak-anak sudah mengalaminya sendiri dan tinggal menuangkannya lewat tulisan. Kenalkan ke anak-anak teknik 5W+1H. Lalu menulis dengan emosi (senang, sedih, marah, takut, dll) dan menulis dengan mengoptimalkan panca indera.

2. Cek foto berikut ini.





3. Jujur, setelah ada Dzaky saya terus belajar adaptasi besar-besaran. Dari yang semula bisa berlama-lama di depan laptop, berlama-lama baca buku, nongkrong di perpusda, ikut workshop kepenulisan ke luar kota dll, jadi ya sekarang jauh lebih mengutamakan Dzaky dlu mbak. Hihihi. Sesuai sikon. Lagi belajar konsisten menulis lagi di 0.33 malam.

Pertanyaan 4 - mbak Adytya

Ada tips supaya bisa konsisten menulis mba ?

Kalo tiba-tiba "blank" nggak ada ide utk bikin tulisan biasanya mba nungma cari inspirasi dari mana ?

Jawaban Mbak Norma:

Terima kasih mb Adytya.

1. Saya awali dengan membangun ruang privat saat menulis mbak. Jadi saya belajar menemukan apa manfaat dan tujuan sy menulis. Sejak 2008-2014 saya konsisten nulis diary. Nulis tangan mbak. Itu cara sederhana saya mengikat makna dan inspirasi keseharian, mulai punya blog juga sejak 2008/2009 meski awalnya isinya curhatan. Lalu menajamkan visi dan misi ketika menulis.  Selain itu juga punya target dan goal yang hendak dicapai. Sedikit cerita, buku solo BEAUTY JANNATY itu ada 99 item di dalamnya. Tebalnya 300an halaman. Saya buat target, dulu 1 hari minimal selesai 1 item/sub judul. Saya juga bikin timeline. Ya memang kadang kebiasaan baik musti sedikit dipaksakan. Hehe.

2. Banyak baca mbak, banyak jalan-jalan, silaturahim, diskusi. Membaca bisa apa aja.

Pertanyaan 5 – Mbak Mia Hapsari

1. Saat mempunyai sebuah ide menulis, terbayang apa saja yang mau ditulis, tapi saya sering bingung bagaimana membuat alur tulisan itu runtut mba? Ada tipsnya mba?

2. Sebaiknya apa kita harus punya satu style (gaya bercerita) untuk menulis mba?apa bisa disesuaikan dengan tema yang mau diceritakan? Benar tidak ya menyebutnya gaya bercerita, maklum mba masih unyu-unyu belum punya jam terbang.

Jawaban Mbak Norma:

1. Coba bikin mind mapping/story board mbak.

2. Style bisa disesuaikan dengan jenis tulisan yang mau kita buat mbak.

Pertanyaan 6 – Marita

Ada yang menggelitik saya di rumah belajar literasi media beberapa hari lalu. Kalimat mbak Nungma yang ini.

Salah satu tips mengatasi ketakutan untuk memulai tulisan adalah membuat diri kita nyaman dengan zona hijau saat kita menulis. Zona hijau itu apa? Tunggu episode berikutnya...

Nah, saya masih menunggu zona hijau itu apaan ya? Apa sama dengan ruang private menulis yang tadi disampaikan di materi mbak Nungma?

Jawaban Mbak Norma:

Iya mbak. Zona hijau itu ruang privat saat menulis.

Penutup

Alhamdulillah, terima kasih atas kesempatan kerennya ibu-ibu pembelajar sejati di grup istimewa ini. Mohon maaf jika ada banyak sekali kekurangan, saya juga masih harus banyak mengupgrade kualitas diri.

Saya jadi ingat nasihat mentor saya;
menulis itu ibarat kita ngasih hadiah. Hadiah terbaik untuk seseorang. Seseorang di sini adalah pembaca. Nah, berikanlah hadiah terbaik, pengemasan terbaik pada tulisan kita. Pada akhirnya, bila tulisan kita 'ditolak' atau buku yang kita tulis dengan penuh peluh perjuangan itu tidak laris atau kita tidak jadi terkenal, itu bukan masalah. Kita telah memberikan hadiah terbaik. Kita takkan pernah merasa cukup dengan seberapa terkenalnya kita, seberapa banyak royalti/honor yang kita terima. Tapi, saat kita merasa sudah memberikan hadiah terbaik untuk pembaca, kita akan senang, dan itu lebih dari cukup. Lebih dari cukup untuk membuat kita bersemangat memberikan hadiah yang lebih baik lagi kedepannya.
Akhir kata, wassalamu'alaykum warohmatullahi wabarokaatuh.



0 comments:

Posting Komentar

Salam Kenal



Perkenalkan kami
Komunitas Ibu Profesional Semarang, blog ini berisi tentang informasi kegiatan dari komunitas kami juga beberapa artikel berkaitan dengan
women empowerment dan parenting.

Untuk bekerjasama dan informasi lebih lanjut bisa menghubungi kami di ibuprofesionalsemarang@gmail.com.

Popular Posts