Semarang, Indonesia ibuprofesionalsemarang@gmail.com

Minggu, 18 Februari 2018

Mencari dan Mengeksekusi Ide Tulisan



Sebelum kita membahas soal bagaimana mengeksekusi tulisan biar enak dibaca, menarik dan sebagainya, hal pertama yang krusial dibahas adalah tentang MENGGALI IDE. Seringkali banyak penulis kena writer's block, atau blog penuh sawang gara-gara bingung mau nulis apa. Sebenarnya banyak artikel kok mengenai mencari ide kalau kita mau googling, di buku-buku tentang belajar menulis juga banyak dibagi tentang cara-cara mencari ide. 

Nah, yuk kita diskusi soal tentang mencari ide ini. Biasanya bagaimana teman-teman mendapatkan ide tulisan dan apa ada kesulitan yang dialami teman-teman dalam menggali ide. Kalau ada, apakah itu? Yuk kita share dan temukan solusinya :) Semoga artikel ini bisa membantu teman-teman.

6 Cara Menemukan Ide Tulisan



by Shinta Dewi Indriani atau Syamsa Hawa

Dulunya saya pikir cari ide itu pekerjaan paliiing susah dalam membuat tulisan. Bayangkan... Dari sekian juta tulisan yang pernah dibuat oleh umat manusia, apalagi yang bisa saya tuliskan dan beda dari yang lainnya?

Akan tetapi, kemudian saya tobat dari pikiran tersebut, setelah membaca ayat Quran berikut ini:

“Katakanlah, kalau sekiranya lautan menjadi tinta untuk menulis kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis ditulis kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun kami datangkan tambahan sebanyak itu pula.” (QS. Al Kahfi: 109)

“Dan seandainya pohon-pohon di muka bumi menjadi pena dan laut (menjadi tinta), ditambahkan kepadanya tujuh lautan lagi, niscaya tidak akan habis-habisnya (dituliskan) kalimat Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (QS. Luqman: 27).

Ternyata, ilmu Allah tidak akan habis ditulis sampai kapanpun, jadi... Saya tidak boleh berkecil hati, banyak hal yang bisa disampaikan lewat tulisan!

Nah, tibalah saya pada ujian dimana saya harus buktikan bahwa mencari ide itu tidak sulit. Akhir tahun 2014, saya ditempatkan di divisi digital yang bertanggungjawab atas konten ummi-online dan annida-online, dalam sehari minimal harus mencari 10 ide tulisan untuk masing-masing web tersebut.

Bayangkan... Tidak hanya menulis, tapi juga menemukan ide yang menarik bagi pembaca dan sekaligus berbobot. Awalnya saya hanya mampu menemukan kurang dari 10 ide sehari, itupun sudah ngeluh sana-sini karena merasa tugas mulia ini sangat berat.

Namun lambat laun, saya menemukan pola tersendiri, bahwasanya menemukan ide hanya memerlukan buka mata dan telinga saja.

Berikut ini beberapa yang bisa dilakukan saat mencari ide segar yang diminati banyak orang:

1. Posisikan diri sebagai pembaca
Kalau saya adalah pembaca, apa sih yang sedang dicari dan dibutuhkan pembaca? Terutama ibu rumah tangga dan keluarga muslim pada umumnya.

Apa yang diperlukan oleh masing-masing anggota keluarga, ayah? Ibu? Anak remaja? Anak balita? Anak bayi?

Waahh, luar biasa... Tiba-tiba saja ide berloncatan ke sana-ke mari minta ditangkap.

Ketahuilah bahwa ketika kita bisa berempati pada kebutuhan pembaca, in syaa Allah kita akan menyuguhkan tulisan yang terbaik untuk pembaca kita.

2. Perhatikan tubuh kita sendiri
Apa yang tubuh kita perlukan setiap harinya?

Dari ujung rambut sampai ujung kaki, semuanya bisa dijadikan tulisan. Misalnya perawatan wajah berjerawat, perawatan hidung berkomedo, perawatan rambut bercabang, cara mengobati wasir, waah... Banyak banget kan ternyata yang kita bisa tulis?

3. Perhatikan aktivitas harian kita!
Makan, minum, dandan, masak, nyapu, cuci baju, tidur, bermain dengan anak, bekerja depan laptop, jawab sosmed di gadget. Kemudian kita rinci satu per satu.

Misalnya tentang minum, kita bisa buat banyak sekali ide tulisan: Bahaya kurang minum air putih, bahaya minum soda, manfaat minum teh, manfaat minum cokelat.

Aaargghh... Kok jadi banyak begini yaa ide yang perlu dituliskan?

4. Ingat-ingat pengalaman pribadi kita!
Pernah gagal taaruf? Melahirkan saat usia janin telah 11 bulan? Mengalami yang namanya dibohongi suami? Bertengkar dengan mertua? Digosipin teman sekantor atau lingkungan se-RT?

Waah... Apa-apaan ini, ternyata pengalaman kita bertahun-tahun adalah sumber ide yang paliiing kaya dan tiada duanya. Semuanya adalah ide tulisan yang bisa kita bagikan pada orang lain, terutama jika kita bisa memberikan hikmah atau tips inspiratif dalam tulisan tersebut.

5 Sharing dengan orang lain
Bahkan kisah orang lain pun bisa menjadi sumber ide yang tak kalah dahsyat.

Misalnya ada teman kita yang melakukan perselingkuhan via sosial media hanya karena bosan dengan suaminya, bisa menjadi landasan kita untuk menulis tentang bahaya perselingkuhan via facebook.

6. Baca tulisan lain!
Tentu saja membaca tulisan lain bisa menginspirasi kita untuk menghasilkan tulisan sejenis dengan sudut pandang atau sumber referensi yang berbeda.

Kadang hanya dengan melihat judul artikel di sebuah web, bisa mencetuskan ide baru di benak kita lho.

Demikianlah 6 jurus menemukan ide. Semoga bisa dipraktekkan dan bermanfaat.

 Source: http://annida-online.com/6-cara-menemukan-ide-tulisan.html

Diskusi

Mbak Nurul Kurniasih menambahkan;

Untuk awal menulis: Jangan memikirkan apa yang mau kamu tulis, tapi tulis saja apa yang sedang kamu pikirkan. Jangan mengkhawatirkan tulisanmu akan disukai orang atau tidak, karena seperti jodoh, tulisan akan bertemu sendiri dengan pembacanya. (Founder One Day  One Post, Bang Syaiha) 
Kalau kamu mau jadi penulis, cara paling gampang adalah dengan banyak baca banyak nulis. Sudah. (Raditya Dika)

Bermula dari tekad ingin belajar menulis mbak. 

Akhirnya menemuka analogi kalau menulis itu sama dengan memasak. Ketika awal belajar memasak, saya cuma tahu asin dan tidak, pedas dan tidak.  Saya pernah heran ketika orang lain berbicara 'kebanyakan bawang merah', 'kurang ketumbar', dll.  Lidah sebelah mana yang dipakai untuk merasakan semua itu Kenapa lidah saya cuma bisa merasakan asin dan tidak, pedas dan tidak?

 Ternyata semua itu terjawab dengan terus memasak. Dari awal masak tanpa rasa, mulai asin, mulai bisa merasakan sensasi lain di lidah. Mulai dari dapur ancur tiap masak, cuma masak sop aja berjam-jam lamanya  sampai bisa sedikit praktis dalam memasak. 

Nah saya mempercayai, proses belajar memasak itu analog dengan proses belajar menulis. Agar semakin lihai menulis yang dibutuhkan adalah jam terbang. Terus menulis dan menulis.

Pimpinan saya di Badan Pusat Statistik (BPS) RI berpesan:

A professional writer is an amateur who didn't quit (M. Sairi Hasbullah)
Saya sedang mencoba kunci itu, terus  menulis dan menulis.

Mbak Wahyu:

Kadang udah banyak ide. Tapi pas lagi masak atau lgi main sm anak,  bahkan saat di kamar mandi.  Tapi bgitu sikon mndukung buat nulis malah blank.

Siap kertas atau hp mbak. Kalau saya biasanya ketika ada ide melintas dan belum bisa segera eksekusi, saya catat dulu ide tersebut di buku kecil atau note hp, atau kertas sekenanya. Atau kalau cukup untuk bikin status WA or fb, saya tulis di status dulu. Later saat punya waktu yang lebih panjang, baru saya eksekusi jadi tulisan.

Mbak Mia Hapsari:

Semisal pengen nulis tentang sesuatu kadang belum pede kalau munculnya dari pendapat kita pribadi, biasanya pengetahuannya dapet dari baca dari mana-mana, apakah itu juga harus ditulis rujukannya dari mana saja? Kadang sampai lupa tahu "hal itu" dari mana soalnya.

Kalau saya misal lupa pernah dengar di mana. Saya tulis sih di artikel yang saya buat seperti ini misalnya;

Saya pernah mendengar kalimat ini .... Saya setuju dengan hal tersebut. Tapi maaf ya saya lupa tepatnya kapan atau di mana pernah membacanya.
Kalau saya, kadang kurang PD mba, agak injrang injring kadang kepikiran yang kita tulis bener enggak, jangan-jangan hanya pembenaran menurut pandangan subjektif kita...😅😅

Kalau memang itu opini, ya pede aja mbak. Kan opini tiap masing-masing individu bisa berbeda-beda :)

Mbak Dian Eka:

Kaidah penulisan mbak. Seringnya kesangkut mikir ini udah sesuai nggak ya. Soalnya mau nabrak aturan kadang hatinya terus nggak sreg, akhirnya mandeg cari info dulu. Nah waktu jeda itu terus...bablas 😅

Saya barusan baca lagi buku Creative Writing besutan A. S. Laksana. Salah satu cara memulai menulis adalah segera action dan menulis buruk. 

Maksudnya action, udah jelas tanpa ditunda. Nggak nunggu mood, nggak nunggu ide. Begitu Ada waktu untuk nulis segera eksekusi.

Saat eksekusi ini, silakan menulis buruk. Maksudnya, jangan mikir kalimat mau Kaya gimana, bagus atau tidak, sesuai EBI atau tidak. Biarkan selesai sampai tuntas. Baru setelah kelar, Kita bisa cari tahu apa Ada yang tidak sesuai EBI. Baru lakukan self editing. 

Karena lebih baik memulai sebuah tulisan tapi buruk, daripada tidak memulai sama sekali :)
Perfeksionis bisa jadi bagus dan bermanfaat, tapi tempatkan sisi perfeksionis kita di saat yang tepat 😘😘😘.


Ini mangga bisa jadi panduan saat "tulisan buruk" kita udah jadi. Bisa dicek sesuai tidak. Jangan belum-belum sudah takut nggak sesuai ini itu, ntar nggak kelar-kelar tulisannya hehe.

Mbak Norma:

Nek saya biasanya kondisikan dulu alat receiver idenya biar bener-bener siap. Alat penangkap ide: panca indera, akal pikiran dan hati kita. Ide ada di sekitar kita. Semuanya hanya permainan sudut pandang aja. Salah satu tips mengatasi ketakutan utk memulai tulisan adalah... buat diri kita nyaman dengan zona hijau saat kita menulis. Zona hijau itu apa? Tunggu episode berikutnya... hiks baterai tinggal 7%.

Penjelasan tentang zona hijau, bisa baca di "Resume Kulwap Memulai Tulisan dan Menembus Media"

Mbak Ezta dan Mbak Nurwening:

Ide sudah numpuk, tapi bingung mau mulai nulisnya dari mana. Kalau begitu bagaimana ya? Aku kesusahan kalo mau nentuin awal kalimat. Mesti udah nulis akhirnya merasa gak enak dibaca, hapus deh. Ilaaaang..alias nggak jadi nulisnya

Kalau saya biasanya mulai dari keyword ide sendiri. Misal kemarin sore saya nonton film Cinta Dua Kodi. Di otak itu banyak banget yang pengen ditulis sampai bingung memetakan mulai dari mana dulu.  Akhirnya mulai dari yang paling sederhana deh.

"Sore ini aku baru saja menonton film Cinta Dua Kodi. Film ini diperankan oleh....."
Dan akhirnya mengalir dengan sendirinya. Terus kalau mau lebih professional dan ribet dikit bisa diawali dengan mind mapping. Di break down deh keyword utama kita apa.. trus poin-poin apa yang mau dibahas.. agar lebih enak memulainya.  Next kapan-kapan kita bahas mind mapping inj lebih rinci. Tapi aku sendiri termasuk yang jarang bikin mind mapping hehe.

Mbak Novika:

Kalo aku masalah menulisnya di waktu dan fasilitas. Ide sebenernya banyaak, kadang sambil nyapu, sambil naik motor, sambil makan muncul ide, tapi menguap gegara nggak langsung dieksekusi. 

Nah tentang fasilitas, laptop ku jadul, nggak bisa connect internet, jadi selama ini ngeblog via hp. Sudahlah aku newbie, bener-bener tak tung tung banget gak pinter utak atik blog, asal pos aja, eh posnya lewat hp juga. Jadilah blog nya gak berkembang. 

*ini karena kurang tekad belajar aja kali yaa.

Masalah ide menguap sudah kita bahas ya kemarin bagaimana mengatasinya. Pas ide muncul dicatat dulu di buku, hp, status fb, or rekam di voice note. Baru saat bener-bener waktunya nulis bisa dieksekusi lebih baik.

Pakai hp bukan berarti hambatan kok. Ada salah seorang teman penulis dia ngeblog dan menghasilkan buku semua pakai hp. 

Blog pun sebenarnya nggak perlu diutak-atik kok, yang penting rajin diisi aja hehe. Blog cantik kalau nggak pernah ada update tulisan kan yo sama saja bohong to? Mending biasa aja tapi selalu ada tulisan baru :)

Biarkan berjalan senatural mungkin. Kalau Kita udah cinta sama blog Kita, lama-lama keinginan untuk merombak blog dll akan datang dengan sendirinya kok :)


List Posts of The Week (Periode 12 - 17 Feb 2017)

1. Marita Ningtyas - http://www.maritaningtyas.com/2018/02/kostum-kupu-kupu-ifa.html

2. Nurul Ku - http://untaiankatabunda.blogspot.co.id/2018/02/sambel-goreng-kentang-ati-pete.html

3. Fauzia Chafitsa Anggraini - https://kacamatapsikolog.wordpress.com/2018/02/16/anak-sebuah-anugrah-atau-justru-bencana/

4. Ana Nurfitriana - http://anurfiaa.tumblr.com/post/170971452275/kehamilan-trisemester-2

5. Dian Ekaningrum - inidianekaningrum.blogspot.co.id/2018/02/kisah-rindu-ibu-dan-telur-ceplok.html

6. Sri Wahyu Setiyoningsih - http://wahyudawetayu.blogspot.co.id/2018/02/the-power-of-kepepet-emak-kudet.html

7. Ezta Ahditia - http://narendraprabowo.blogspot.co.id/2018/02/bahagia-itu-sederhana.html

8. Mia Hapsari - https://mamamiasstory.blogspot.co.id/2018/02/antara-jadwal-dan-komitmen-menonton-tv.html

9. Novika Amelia - https://wp.me/p7jips-1L

10. Zia -  http://tamanbelajaryasmine.blogspot.co.id/2018/02/menggunkan-kata-jangan-untuk-anak.html

Selamat menulis, selama membaca!



0 comments:

Posting Komentar

Salam Kenal



Perkenalkan kami
Komunitas Ibu Profesional Semarang, blog ini berisi tentang informasi kegiatan dari komunitas kami juga beberapa artikel berkaitan dengan
women empowerment dan parenting.

Untuk bekerjasama dan informasi lebih lanjut bisa menghubungi kami di ibuprofesionalsemarang@gmail.com.

Popular Posts