Semarang, Indonesia ibuprofesionalsemarang@gmail.com

Jumat, 19 Januari 2018

Gebyar Literasi Media Bulan Desember 2017



Rencana awal untuk rumah belajar Literasi Media yaitu mengajak semua member Komunitas Ibu Profesional untuk mengikuti challenge one week one status/post di rumbel ini. Namun sebagai pemanasan, kita mulai dulu dengan one month one post

Setiap bulan nantinya akan ada tema tertentu. Semua member boleh menjadi peserta. Berhubung desember identik dengan Hari ibu, maka temanya kita ambil tentang ibu juga deh.  Kita buat postingan tentang kisah ibu kita yang menginspirasi cara pola asuh kita ke anak-anak sekarang/ way of life kita sekarang.

Syarat: 

- panjang tulisan minimal 300 kata

- sertakan satu foto yang mendukung

- boleh posting di blog atau sosial media

- yang diposting di blog, pastikan dalam post tersebut Ada link ke blog Ibu Profesional Semarang.

- yang diposting di sosmed mohon tag IIP Semarang.

- kirim link postingan via japri ke ketua kelas Rumbel Literasi Media

- ditunggu hingga tanggal 22 Desember 2017 pukul 23:59

- sertakan hashtag berikut:

#RumbelLiterasiMedia

#IIPSemarang

#HariIbu2017

#IbukuInspirasiku

#MiladIIP

Akan ada bingkisan buku untuk peserta terbaik. 

Daftar Peserta

1. Desty Putri -- destyputri.blogspot.co.id/2017/12/kekuatan-tersembunyi-dari-ibu.html

2. Nurul Kurnasih -- https://untaiankatabunda.blogspot.co.id/2017/12/kosong-hatiku-karena-kepergianmu-penuh.html

3. Mia Hapsari -- https://mamamiasstory.blogspot.co.id/2017/12/just-for-my-mom.html

4. Suharni -- https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=673702409685452&id=100011370972360

5. Ayu Candra -- https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=2036205056617116&id=100006829238079

6. Indah Laras -- http://indahlarasichsan.blogspot.co.id/2017/12/ibuku-wanita-sederhana-yang-luar-biasa.html

7. Adisty --- http://ummulabibah.blogspot.co.id/2017/12/love-hate-relationship-with-mymom.html

Tulisan Terbaik



Tulisan terbaik Gebyar Literasi Media Bulan Desember 2017 jatuh pada mbak Nurul Kurniasih. 

Insight dari mbak Keisya Norma Avicenna


Menulis Kisah Inspiratif yang Menginspirasi

1. Tentukan pesan yang ingin disampaikan, tujuannya untuk memperkuat kisah yang akan/ingin ditulis dan saat proses menulis jalan ceritanya tidak melenceng ke mana-mana.
2. Gunakan bahasa yang ringan dan mengalir. Bahasa yang sederhana namun tetap bisa menyentuh hati pembacanya. Hal ini dilakukan agar kisah inspiratif yang kita tulis berhasil sesuai tujuannya yaitu berbagi hikmah dan kekuatan. Usahakan penuturan dengan bahasa tulis yang digunakan juga mudah dicerna pembaca namun hindari penuturan atau penggunaan bahasa yang terlalu bertele-tele.
3. Libatkan emosi secukupnya. Kisah inspiratif yang terlalu melibatkan emosi biasanya jadi terkesan seperti curhatan saja dan terlalu subyektif. Sementara kisah yang tidak melibatkan emosi sama sekali juga jadi datar dan gagal menyentuh hati pembaca.
4. Selesai menulis, endapkan sejenak. Sehari/2 hari kemudian jadilah hakim untuk tulisan sendiri. Tujuannya untuk meminimalisir typo penulisan, penggunaan kalimat yang tidak efektif, cek ejaan, dll.

Tambahan tips menulis kisah inspiratif diambil dari grup whatsapp "Kelas Berbagi Menulis IP Kaltimra" yang disampaikan oleh coach Hessa Kartika;

Kisah inspiratif masuk dalam Ranah faksi. Jadi fakta yang dibalut fiksi. Bukan berarti sepenuhnya fiksi, karena based on true story, hnya penyajian ceritanya saja yang seperti kaidah cerpen.
Lebih banyak showing bukan telling seperti non fiksi.
Ada perbedaan yang mendasar antara telling dan showing.
Telling bersifat abstrak dan cenderung tidak melibatkan pembaca. Pembaca hanya dijejali pandangan penulis tentang apa yang diceritakan, tanpa diajak untuk mengolah informasi dalam cerita.
Showing kebalikannya, bersifat konkret dan secara aktif melibatkan pembaca. Showing berusaha menciptakan gambaran dalam benak pembaca sehingga menjadikan karakter atau cerita yang dibaca semakin hidup.
Showing  mendorong pembaca untuk ikut mengolah apa yang disampaikan penulis dan bahkan mengambil kesimpulannya sendiri. 
Misalnya gini:
Kalimat pertama:
Feli ketakutan melihat bayangan yang melintas di depannya.
Kalimat kedua:
Wajah Feli tampak pucat. Tubuhnya gemetar, nafasnya tidak beraturan. Keringat dingin mengucur membasahi dahinya saat melihat sesuatu berkelebat di hadapannya.
Kalimat pertama contoh telling.
Kalimat kedua adalah cntoh showing. Showing itu menggambarkan suasana yg dialami tokoh cerita.

Penggunaan Poin of View ( POV): Ini sudut pandang kita sebagai penulis. Biasanya POV yang
sering di gunakan:
Orang pertama : Aku/ saya
Orang kedua : Dia
Dan ini harus konsisten dari awal sampai akhir naskah.
Hati-hati pula penggunaan "Kita dan kami" karena berbeda maksud.
Selamat kepada pemenang dan tetap emangat menulis untuk semuanya. Salam literasi!
 

0 comments:

Posting Komentar

Salam Kenal



Perkenalkan kami
Komunitas Ibu Profesional Semarang, blog ini berisi tentang informasi kegiatan dari komunitas kami juga beberapa artikel berkaitan dengan
women empowerment dan parenting.

Untuk bekerjasama dan informasi lebih lanjut bisa menghubungi kami di ibuprofesionalsemarang@gmail.com.

Popular Posts