Semarang, Indonesia ibuprofesionalsemarang@gmail.com

Selasa, 24 April 2018

Materi Rumbel Desain: Tracing

Materi Rumbel Desain 
Selasa, 10 April 2018

Selasa kemarin rumbel desain mulai dengan materi baru, yaitu tracing.
Tracing, berawal dari kata trace, yang bermaksud menelusuri atau penelusuran. Dalam grafis, tracing bermakna menggambar ulang dengan memakai acuan/patrun. Bila disederhanakan berarti menjiplak gambar, adapula yang mendefinisikan tracing sebagai proses perubahan format gambar dari bitmap menjadi vector biasa. Tracing ini bisa dilakukan dengan beberapa aplikasi.
Tracing adalah teknik penggambaran cepat, baik secara manual atau digital. Tracing adalah jawaban untuk tuntutan proses produksi yang berpacu dengan waktu.
Sumber: Klik disini

Step by step Tracing menggunakan picsart:

Step #1buka picsart➡draw➡sheet baru➡pilih gambar yang mau kita trace

Step #2
Letakkan layer foto diatas layer background➡tambah layer baru diatas layer foto

Step #3
Pilih brush, set size ke 7px (biar tidak terlalu kecil/teralu besar)➡ambil warna sesuai dengan foto (pakai icon pipet)

Step #4
Mulai tracing mengikuti garis foto.

Supaya tetap rapi, biasanya setiap bagian saya trace di layer yang berbeda
Untuk melihat hasil trace kita rapi atau tidak. Layer foto bisa kita close dulu

Step #5 mulai diwarnai. Warna harus lebih terang dibanding outlinenya yaa.. dan mewarnainya di layer berbeda dibawah outline

Lalu bisa dihias

contoh hasil latihan tracing teman-teman rumbel desain:






Jumat, 30 Maret 2018

Kampanye Perdana STOP BULLYING

Source : Google


"It takes a village to raise a child".


Kata-kata dari peribahasa Afrika ini seringkali kita dengar. Menjadi sangat populer di kalangan penggiat parenting dan juga pendidik. Dan... kata-kata ini, bermakna sangat dalam buat saya pribadi. Iya, kita memang butuh banyak "tangan" untuk bisa menciptakan anak-anak yang hebat. Anak-anak yang beradab.

Diamanahi sebagai manager offline di komunitas ini (yang berawal dari keterpaksaan sebenarnya, hahahaha...), menjadi penting bagi saya untuk bisa membawa komunitas ini menjadi salah satu dari arsitek peradaban yang baik. Menjadi bagian dari tanggung jawab kami yang tergabung dalam komunitas ini, untuk bisa memberi kontribusi nyata ke masyarakat. Sekecil apapun itu. Ibu Septi Peni Wulandani, founder dari komunitas Ibu Profesional ini, selalu mengingatkan dan menyakini kami, bahwa pastikan bahwa kami, meski hanya kami yang berjalan sendiri, adalah orang-orang yang akan melakukan perubahan (love you ibu, untuk semangat dan nilai-nilai hidup yang luar biasa).

Menggendong baby sambil memandu psikotes?
Bukan masalah... 
Kampanye Anti Bullying yang kami lakukan pada hari Kamis, 29 Maret 2018 yang lalu,  di SDN Tawang Mas 01 Semarang, adalah kampanye perdana dari Komunitas Ibu Profesional Semarang. Mengawalinya dengan mengumpulkan teman-teman dalam komunitas untuk bergabung dalam tim (WA Grup) untuk menyamakan visi, misi dan tujuan yang ingin kami capai. Karena sudah memiliki ketertarikan yang sama, maka mengalir deraslah ide-ide tentang bagaimana kampanye ini akan berjalan. Ide untuk kampanye goes to school ini, jujur... sebenarnya adalah project pribadi yang berkembang menjadi project komunitas. Obrolan dengan wali kelas anak saya yang disambut sangat baik, karena pada prinsipnya memilki visi dan misi yang sama mengenai pendidkan anak, hingga sampai ke Kepala Sekolah yang antusias menyambutnya sebagai salah satu program pendidikan karakter di sekolah yang dipimpinnya. Maka, jadilah program kampanye ini kami buat dalam kesepakatan kerjasama antara pihak sekolah (SDN Tawang Mas 01 Semarang dengan Ibu Profesional Semarang) dengan kampanye yang rencananya, Insya Allah, akan berjalan sebulan sekali selama satu tahun.

Mengapa reguler dan mengapa dengan kurun waktu yang cukup lama? Karena kami menginginkan bahwa apa yang kami sampaikan nanti tidak hanya menjadi "berita selintas" untuk anak-anak. Kami tidak ingin, hanya sekedar lewat. Kami serius untuk bisa memberikan pendampingan untuk anak-anak. Ini adalah komitmen kami untuk benar-benar dapat memberikan kontribusi yang nyata. 



Pemilihan tema Bullying pada kampanye perdana inipun juga kami diskusikan bersama. Mengingat betapa banyaknya kasus-kasus bullying yang temukan di media masa dan kenyataan sehari-hari yang dijumpai, sudah terjadi sejak SD. Bahkan, tindakan bullying inipun sudah masuk ke ranah anak-anak TK... sangat memprihatinkan. Bullying menjadi bahasan yang urgent, dan ini menajdi alasan utama kami untuk mengangkat tema bulkying di kampanye perdana ini.

Apa yang kami dapatkan di kampanye perdana STOP BULLYING ini?
Melalui psikotes yang sederhana (thanks mba Fauziah untuk psikotes ini), kami menemukan disetiap kelas ada kecenderungan siswa menjadi pelaku dan korban bullying. Dan yang kami temui, banyak anak-anak yang tidak paham bahwa tindakan yang mereka lakukan terhadap temannya sudah termasuk tindakan bullying. Dan kami juga menjadi saksi, betapa mereka, anak-anak ini, anak-anak kita tentunya, tidak menyadari dampak dari tindakan bullying yang nereka lakukan. Mereka cukup kaget dengan dampak terburuk dari tindakan bullying itu sendiri baik untuk korban maupun pelaku. 

Dan apresiasi yang tinggi untuk teman-teman fasilitator di kelas yang dengan cepat dapat mengidentifikasi anak-anak yang tergolong sebagai pelaku dan korban bullying. Saluuuuttt. Saya pribadi speechless, melihat teman-teman fasilitator kelas yang mampu meraih kepercaayan anak-anak untuk menceritakan tentang tindakan bullying yang selama ini mereka dapatkan. Ini adalah sebuah penghargaan tertinggi, right? Terbayar semua rasa.

Di kampanye perdana ini, kami dari tim kampanye Ibu Profesional Semarang mengenalkan  salam KLiK! ke siswa. Salam KLiK! adalah sebuah pergerakan yang kami lakukan agar anak-anak mampu mencegah dan menghentikan bullying untuk dirinya dan lingkungan sekitarnya. KLiK! merupakan kepanjangan dari K = Kenali, Li = Lindungi dan K = Katakan. Disertakan dengan jari-jari pada tangan kanan membentuk seperti ini πŸ‘ŒπŸ», ibu jari dan jari telunjuk bersentuhan dan jari lainnya berdiri (terbuka). Bentuk tangan seperti gambar, lalu genggam tangan sebentar. Keluarkan jari kelingking sambil mengatakan KENALI, kemudian buka jari manis, ucapkan LINDUNGI, kemudian buka jari tangah, ucapkan KATAKAN, dan buka semua jari dan ucapkan keras NO BULLYING!




Salam KliK! ini adalah cara kami agar anak-anak tetap merasa enjoy dan tidak terbebani dengan makna besar yang ada di dalamnya. Pada saat anak melakukannya, ada kekuatan untuk berani melakukan tindakan yang benar. Keinginan terbesar kami, gerakan salam KLiK! ini akan menular. Yuk, praktekin dan sebarkan, hehehhe

Kampanye perdana kemarin menyisakan banyak catatan untuk kami. Antusias anak-anak mendengarkan dan dengan suka cita terlibat aktif dalam kampanye kemarin, adalah booster semangat yang luar biasa. Banyak sekali hal-hal yang ingin kami lakukan lebih maksimal. Banyak project-project yang ingin segera direalisasikan. Banyak sekolah-sekolah yang ingin kami datangi. Banyak tempat 
yang ingin kami singgahi. Apa daya, kami harus memperhitungkan juga tenaga dan waktu yang terbatas. Awalnya ada rasa was-was pada saat saya menawarkan teman-teman di komunitas untuk bergabung dalam tim ini. Apakah mereka akan tertarik? Maukah mereka meluangkan waktunya untuk bersusah-susah memikirkan hal-hal semacam ini? Tapi, alhamdulillah... saya terharu saat satu persatu dari teman-teman, mulai bergabung. Terima kasih untuk semuanya. Ide tidaklah akan hebat tanpa ada aksi. Dan itu semua bisa terjadi karena kalian *cium satu-satu.

Nah, kalau ada yang ingin bergabung dengan tim kampanye yang superkece ini, dengan senang hati dan tangan terbuka, kami menerima kehadiran orang-orang hebat untuk bergabung didalamnya.

Salam KLiK! πŸ‘ŒπŸ»


Rabu, 28 Februari 2018

Yuk, Praktek Simple Conversation dengan Anak




Cara paling mudah mempraktekkan bahasa Inggris dengan anak yaitu lewat percakapan sederhana yang menggunakan kalimat ajakan. 

Kita bisa menggunakan kata Let's ... Let's ini singkatan dari let us,  yang artinya mari kita. Naah jangan lupa gunakan verb (kata kerja) bentuk pertama di belakang let's.

Resume Kulwap “Memulai Tulisan dan Menembus Media”




Hari/ Tanggal  : Jum’at, 23 Februari 2018 – Jam 13.00 s/d 15.00
Penyelenggara: Rumbel Literasi Media Komunitas Ibu Profesional Semarang
Narasumber    : Keisya Norma Avicenna
Moderator dan Notulen: Marita Ningtyas

Profil Narasumber

Lulusan MIPA Biologi UNS yang hobi riset, baca dan nulis. Punya komunitas penulis cilik dan markas belajar menulis buat anak-anak (DNA WRITING CLUB).
Create your history with writing.
Creative writer wanna be...
@keisyaavicenna

Resume Kulwap “Menjadi Ibu Otentik dengan Memahami Diri Sendiri”



Hari/ Tanggal                   : Kamis-Jumat, 25-26 Januari 2018
Penyelenggara                  : Komunitas Ibu Profesional Semarang
Narasumber                    : Elma Fitria
Moderator dan Notulen             : Desty Putri

MATERI

Dalam perjalanan hidup seorang perempuan, menjadi ibu adalah kondisi puncak.

Dalam peran menjadi ibulah, semua yang Allah modali yaitu fisik, perasaan, dan pikiran, bisa menemukan bentuk terbaiknya, sehingga justru sebenarnya dalam peran sebagai ibu, semua potensi diri bisa teroptimalkan dengan baik.

Namun, justru banyak perempuan yang menjalani peran menjadi ibu dengan merasa bingung bagaimana caranya tetap bahagia. Ternyata untuk mencari jawabannya dimulai dari definisi kebahagiaan. Kita perlu menilik lagi apakah pemahaman kita atas kebahagiaan itu sudah benar ?

Apakah kita tahu makna yang paling mendasar dari bahagia ?
Apa bedanya dengan kesenangan ?
Apa ciri ciri bahagia yang paling hakiki ?
Dan bagaimana caranya mencapai kesana ?

Saya ingin mulai dari bagaimana caranya mencapai kebahagiaan yang hakiki.

Dari penjelasan ini nanti akan tergambar apa definisi kebahagiaan yang hakiki/sejati. Kunci dari cara ini adalah : terlebih dahulu mengenal diri.

Seorang guru besar psikologi yang senior dan diakui dunia, Martin Selligman, Ph.D menggagas konsep Psikologi Positif, yang khusus mendalami bagaimana orang yang menjadi bahagia. Jadi bukan mempelajari bagaimana orang bisa sembuh dari penyakit kejiwaan, tapi justru mendalami bagaimana orang dapat meningkatkan kualitas hidupnya dan mencapai kebahagiaan sejati.

Kebahagiaan sejati ini beliau sebut sebagai Well Being. Jadi kebahagiaan sejati (well being) itu bukan kesenangan (happiness).Konsep Psikologi Positif juga yang mendasari Talents Mapping, sebuah alat dan konsep memahami diri yang nanti akan kita singgung juga.

Untuk mencapai kebahagiaan sejati, maka langkah pertamanya adalah Ibu mengenali diri sendiri dengan baik dan mendalam.

Dengan mengenal diri, maka Ibu akan paham potensi diri Ibu, paham bagaimana mengoptimalkannya, paham bagaimana menyalurkannya dalam kehidupan sehari-hari, paham bagaimana meningkatkan kualitas hidupnya dan mencapai Well Being.

Konsep Well Being, menurut Martin Selligman, Ph.D dibangun atas 5 pilar penting, PERMA:
  • Positive Emotion,
  • Engagement,
  • Relationship,
  • Meaning,
  • Achievement.
Ini berarti, untuk mencapai kebahagiaan sejati (Well Being), kita perlu paham :
  • Bagaimana cara khas kita mendapat emosi positif (Positive Emotion),
  • Aktivitas apa yang membuat kita larut dan lupa waktu (Engagement),
  • Bagaimana cara khas kita membangun hubungan yang dekat dan baik (Relationship),
  • Menemukan makna dalam hidup kita (Meaning),
  • Tahu pencapaian apa yang bisa kita capai dengan potensi diri kita(Achievement).

Dengan demikian, Ibu akan hidup bahagia menjadi dirinya sendiri, sesuai kepribadian yang Allah install ke dalam diri kita sebagai modal.

Inilah kebahagiaan sejati, yaitu menjadi diri yang otentik. Ibu Otentik, Ibu yang Bahagia

Bakat untuk Mencapai Kebahagiaan Sejati

Sebelumnya, saya sudah sebutkan mengenai 5 pilar kebahagiaan sejati yang digagas oleh Martin Selligman, Ph.D yaitu PERMA.

Untuk bisa memenuhi 5 pilar tersebut, kita perlu mengenal diri dengan baik dan mendalam. Dalam upaya mengenal diri dengan mendalam, saya menggunakan hasil Talents Mapping saya untuk melihat cara paling pas untuk saya memenuhi 5 pilar PERMA tadi.

Sebagai gambaran bagaimana Mengenal Diri berkaitan dengan memenuhi 5 pilar PERMA dalam mencapai kebahagiaan sejati (Well Being), saya akan memberikan contoh terkait diri saya sendiri.

Berikut adalah hasil urutan 34 tema bakat saya yang dipetakan oleh assessment Talents Mapping:

Dapat dilihat bahwa bakat no 1 saya adalah Intellection, ini artinya saya kuat dalam aktivitas berpikir mendalam, merenung, berpikir konseptual.

Ada juga Analytical dan Maximizer, yang membuat saya cenderung betah menganalisa konsep sampai menemukan cara terbaik (maksimal), terlengkap, terkini, sehingga baik dalam merangkum dan menyampaikannya.

Saya juga ada bakat Significance yang berarti berminat pada hal-hal yang bagi saya penting, bersama dengan orang yang kompeten, dan menyampaikannya di depan publik.

Positive Emotion

Dengan gambaran bakat kuat saya (no 1-7), cara saya mendapatkan emosi positif (Positive Emotion) untuk diri saya sendiri seperti : senang, lega, bahagia, damai, puas, ceria, dll. adalah dengan merenungkan sesuatu, lalu membagikan hasil renungan tersebut dengan orang lain. Saya akan merasa puas dan sangat senang jika bisa berbagi apa yang saya pahami kepada orang lain.

Engagement

Saya mudah larut dan lupa waktu jika sudah membaca, menulis, diskusi, terutama pada topik yang relevan dengan hidup saya yaitu : segala hal terkait keluarga.

Ketika saya ikut komunitas parenting, belajar di seminar parenting, berguru pada ayah bunda yang sudah jauh lebih senior dalam rumah tangga, menulis/sharing topik keluarga, itu semua menjadi cara saya untuk membentuk Engagement (terhubung dan terlibat). Ini menambah kebahagiaan saya.

Relationship

Saya dan suami berupaya terus menggunakan semua yang kami pelajari dalam kehidupan sehari-hari, terkait mengenal diri, komunikasi, pemahaman atas hidup dan keluarga.

Saling mengenal mendalam satu sama lain, sehingga paham kekuatan dan kelemahan masing-masing, dan meneguhkan kompas rumah tangga untuk selalu bisa bekerjasama sesuai karakter masing-masing. Dengan demikian Relationship yang dibangun adalah yang juga sesuai karakter diri dan menguatkan kebahagiaan.

Meaning

Saya menemukan makna mendalam dari keseharian saya menjadi ibu dengan anak-anak saya.

Ketika menyusui anak malam-malam dan menciumi jari-jarinya yang kecil, saya menyadari bahwa saya dimudahkan untuk mencintai karena tubuh saya menghasilkan ASI dan membuat saya lekat dengan anak.

Ketika menemani anak yang sedang demam, saya merasa bahwa ketika hidup terasa berat untuk anak saya, saya adalah orang yang setia mendukungnya. Ketika saya membersihkan (maaf) pup anak saya, saya merasakan bahwa peran saya adalah menyediakan aliran nutrisi, dan pup itulah bukti saya telah menyediakan nutrisi bagi anak saya.

Maka dalam lelah fisik dan emosi, makna makna itu membantu saya tetap berpegang pada hidup saya yang bahagia. Memahami makna dalam keseharian hidup saya menjadi ibu, juga membantu saya memahami rentang kisah kehidupan saya sejak saya lahir sampai sekarang, yang kemudian mengantarkan saya memahami benang merah hidup saya. Sampailah saya ke makna (Meaning) besar dari hidup saya yang kemudian jadi misi hidup saya : “Merekonstruksi keluarga menuju hakikatnya yang sejati”.

Achievement

Contoh terakhir, tentang pencapaian (Achievement).

Dengan karakter saya, pencapaian yang saya bisa lakukan sesuai potensi diri saya, dari dalam rumah, adalah ketika bisa mengamati 1 keunikan anak dalam 1 hari, yang sebelumnya sama sekali tidak terlihat.

Ketika anak memuji masakan saya, padahal saya masih belajar masak. Ketika suami menggandeng saya mempersiapkan pekerjaannya sampai tugas beliau selesai. Ketika saya bisa urun sharing dalam diskusi datau dalam kulwap. dll.

Demikian gambaran bagaimana saya sendiri memahami bakat diri sendiri, memahami kebutuhan penyalurannya, dan kemudian menciptakan keseharian yang memenuhi 5 pilar mencapai kebahagiaan sejati (Well Being).

Dalam hidup kita sebagai orang tua, sekaligus orang dewasa di rumah, kita bisa mengupayakan 5 pilar kebahagiaan sejati tadi terpenuhi dalam hidup kita, terpelihara dari waktu ke waktu. Ini tentu saja perlu diperhatikan dan dilatih setiap hari, bersama keluarga di rumah.

Ibu yang bahagia tentu membersamai tumbuh kembang anak dengan bahagia.

SESI DISKUSI

Pertanyaan 1: Nurwening 

1. Setiap orang punya standar kebahagiaan yang beda-beda. Bagaimana caranya mempertahankan standar kebahagiaan kita saat banyak orang meragukan dan mengkhawatirkan kondisi kita yang "terlihat" sedang menderita. Kadang saya terpengaruh omongan dari luar yang terlalu rutin dilontarkan ke saya sehingga hampir tergoda untuk tidak syukur atas keadaan yang dihadapi, padahal sebenarnya saya sedang berjuang mengikhlaskan diri agar bisa hidup bahagia dan damai.

2. Terkait potensi diri, ketika kita sudah tau potensi dalam diri kita dan sedang dalam proses memaksimalkannya kadang saya masih dihantui dengan rasa inferiority complex karena terbayang-bayang dengan perlakuan yang dulu saya terima. Sering direndahkan, dibebani standar tinggi dan tidak mendapat dukungan ketika ingin mewujudkan keinginan saya karena kondisi waktu itu memang sulit. Bagaimana cara melepaskan diri dari hal tersebut?

ST 30 Mbak Nurwening

Jawaban Teh Elma:

Pertama, pendapat orang lain adalah faktor penting yang mempengaruhi situasi internal. Tidak setiap orang seperti ini, dan bahwa Mba seperti ini (suasana internal diri bisa terpengaruh pendapat orang lain), itu pun bukan masalah. Akan menjadi masalah jika serba terbawa ke arah mana pun orang bicara. Mood jadi turun ketika orang tidak menyambut baik. Tidak percaya diri karena orang meremehkan, dst.

Kalau dilihat dari hasil ST 30 nya, hampir semua adalah peran kuat terkait relasi ke orang lain

Ada peran di atas orang lain : Commander dan Mediator

Ada peran setara orang lain : Communicator, Ambassador, dan Motivator

Ada peran di bawah orang lain : Caretaker

Peran kuat Commander, dalam cerita Mba tadi tampak dengan sangat kuat. Commander butuh mengendalikan dan mengarahkan sesuatu sesuai apa yang dia mau/yakini.Ini artinya : intervensi tidak akan disukai oleh orang Commander. Ketidaksetujuan orang lain, bisa dipersepsikan sebagai intervensi, tergantung dari bagaimana orang itu menyampaikannya dan bagaimana Mba melihatnya. 

Namun, seiring perjalanan hidup, tentu tidak semua hal akan berjalan sesuai yang kita inginkan. Disinilah letak kedewasaan (Maturity) mengambil peran. Apakah diri kita yang dewasa bersedia untuk mempersepsi tindakan orang tersebut sebagai salah satu episode hidup, dan kita fokus pada konten nya dan hikmahnya?. Ataukah diri kita yang masih kekanak-kanakan yang akan mempersepsi tindakan orang tersebut sebagai intervensi dan ancaman yang merugikan hidup kita, sehingga hidup kita tidak bahagia?. Bahagia adalah hak kita. Hak Anda. Hak kita semua. Bahagia tidak ditentukan oleh apa yang orang lakukan terhadap diri kita. Bahagia ditentukan oleh pikiran dan perasaan kita atas hidup kita sendiri

Pertanyaan 2: Hanny . Magelang

Saya mau bertanya , selama belajar di IIP ini saya akhirnya menemukan passion saya yaitu berdagang. Tetapi terkadang saya masih ragu , apa ini passion saya yang sebenarnya atau terpengaruh dengan passion suami. Apa passion itu bisa dipengaruhi orang lain ? Terima kasih πŸ˜‹ 



Jawaban Teh Elma:

Mba Hanny Yth. 

Dalam passion itu ada minat, dalam minat ada persepsi. Dan dalam persepsi itu tentu diri kita terbuka pada persepsi orang lain. Termasuk juga persepsi pasangan. Saya dan suami sebenarnya sangat jarang menggunakan kata passion ketika menjelaskan tentang hidup, kami biasa menggunakan misi hidup. Mengapa misi hidup ? Karena kita diciptakan oleh Allah. Karena kisah hidup kita dirangkai oleh Allah. Maka Allah juga pasti menitipkan tugas spesifik pada kita, sebagai khalifah fil ardl. Itulah sebabnya hidup kita dibuat begitu berbeda satu sama lain. 

Misi itu terberi. Artinya misi itu bukan tentang kita pengen apa. Tapi misi hidup itu tentang Allah memberi kita mandat apa ? Tugas apa ? Hidup kita dipersiapkan untuk tugas spesifik itu. Untuk misi itu. Kata passion lebih umum diartikan sebagai bidang yang sangat kita minati. Ini memang bisa mengarah ke misi hidup. Tapi belum sampai ke.misi hidup. Baru menuju ke misi hidup. 

Misalnya dalam hal berdagang. Apa persepsi Mba tentang berdagang tentu akan beda dengan persepsi suami Mba tentanh berdagang. Apa persisnya yang betah Mba lakukan ketika berdagang, bisa jadi beda dengan apa yang suami lakukan ketika berdagang. Jadi dagang itu baru tentang bidangnya, belum tentang perannya. Kita perlu paham diri kita secara mendalam, sehingga paham peran kita itu apa, misi hidup kita kemana. 

Dalam bidang dagang, banyak peran yang dibutuhkan. Kita tidak harus jago dalam semua peran. Cukup dengan menjadi kuat dalam peran yang kita memang bagus, lalu jika dibutuhkan peran lain yang bagus, maka bekerjasmalah dengan orang lain yang punya peran bagus disitu. Perlu saya jelaskan dulu bahwa ST 30 adalah tools mengukur peran kuat, atau tipologi kekuatan. Assessment ini gratis dan online. Satu macam peran yang terukur kuat disini sebenarnya adalah kombinasi beberapa bakat kuat. Bakat bakat sendiri ada 34 tema bakat, dan hanya bisa diukur oleh full assessment Talents Mapping. Assessment Talents Mapping berbayar dan online. Terdiri dari 5 bagian hasil, dan ST 30 adalah salah satu hasilnya. 

Di hasil ST 30 Mba Hanny, ada beberapa lingkaran merah, yang menunjukkan peran kuat. Berdasarkan kategorinya, maka ada peran kuat dalam : 

- Interaksi sejajar orang lain : Ambassador, Motivator, Educator. 

- Interaksi di bawah orang lain : Server 

- Technical : QualityController, Distributor 

- Elementary : Administrator 

Dalam bidang berdagang, saya menduga yang kuat Mba tunjukkan adalah Ambassador, Quality Controller, dan Distributor. Ini ditunjang dengan Administrator yang juga kuat. Jadi Mba akan menjual barang yang dipahami betul manfaatnya, dan mampu mewakili brand tersebut untuk menjelaskan kepada yang lain. Mampu memastikan kualitas barang yang dijual terjamin baik, mampu memastikan barang sampai denagn selamat, tepat waktu, dan tanpa cacat. Dan ditunjang dengan kerapihan dalam mencatat dan mengelola administrasinya 

Jika dilihat dari gambaran ini, jika Mba memilih bidang dagang, maka akan lebih bagus menjual produk sudah jadi dan memang bagus. Jadi bukan membuat, merancang, dan ngulik barangnya sendiri. Kekuatan peran Mba Hanny ada di delivering barang yang bagus dengan baik dan memuaskan konsumen. Nah silakan cari tahu kalau suami punya peran kuatnya dimana, karena justru suamilah yang paling menentukan arah gerak keluarga ini, termasuk arah gerak bisnis yang dijalani bersama 

Perhatikan peran kuat apa yang suami punya dan peran kuat apa yang Mba punya. Lalu tentukan bentuk kolaborasi terbaik, untuk : 
Keluarga, baik dalam hal menajdi pasangan suami istri yang kompak, dalam hal menjadi orang tua bagi anak-anak, juga dalam hal keluarga sebagai anggota masyrakat 
Baru dalam bidang kerja, bisnis, atau karir, atau bentuk aktualisasi diri lainnya 

Dari hasil Mba Hanny, perlu kolaborasi dengan orang yang punya peran kuat yang di Mba Hanny adalah peran lemah. Dalam hal ini , orang orang dengan peran kuat dalam hal Thinking, Reasoning, dan Generating Idea. Terkait merasa tidak cocok ketika kerja sama denagn orang lain, pada dasarnya kita itu bisa kerjasama denagn orang lain. Yang biasanya jadi masalah ketika kerja sama dengan orang lain adalah : kita memaksa dia untuk bekerja dengan cara yang sama sperti kita. Atau dia yang memaksa kita bekerja dengan cara yang sama seperti kita. 

Dan ini tentu aneh, kita kan kerjasama niatnya mau kolaborasi karena setiap orang memabwa cara beda yang denagn itu kita bisa saling mengisi. Maka dalam hal ini yang jadi masalah adalah kedewasaan tiap orang di tim. alasan lain adalah : bingung cara komunikasi yang tepat kepada ornag lain, sehingga susah match dan bisa clash. kalau seperti ini skill memahami bakat yang beda, dan skill komunikasi nya yang harus dilatih. maka pada dasarnya kita itu bisa kerjasama dengan orang seperti apapun, asal bisa saling tahu bakat nya yang beda, paham cara bicara kepada bakat yang beda, dan paham skill komunikasi umum dan dasar. 

Pertanyaan 3: Marita 

Bagaimana membaca hasil st30 tersebut serta cara mengoptimalkannya? 



Jawaban Teh Elma:

Mba Marita Yth, ada peran peran kuat yang terbaca dari hasil tes ini : 

- interaksi sejajar orang lain : Communicator, Motivator 

COMMUNICATOR (COM) : Anda senang menjelaskan sesuatu yang biasa menjadi luar biasa baik lisan maupun tertulis, dan umumnya suka tampil di depan. 

MOTIVATOR (MOT) : Anda suka memajukan orang lain dengan cara memberi panduan, semangat atau juga inspirasi. 

- Menghasilkan ide : Creator, Visionary 

CREATOR (CRE) : Anda punya banyak ide, berpikiran jauh ke depan dan atau strategis sehingga dapat membuatnya menjadi kenyataan. 

VISIONARY (VIS): Anda seorang yang dapat melihat jauh ke depan melampaui cakrawala baik secara intuisi maupun dengan perasaan sehingga suka dengan tugas tugas membuat visi . 

- Reasoning : Evaluator 

EVALUATOR (EVA): Anda seorang yang berpikiran analisis, teliti, sesuai dengan aturan sehingga suka dengan tugas tugas menggunakan analisis untuk menilai atau membuktikan sesuatu. 

Elementary : Journalist, Interpreter 

JOURNALIST (JOU) : Anda mudah menyesuaikan diri, berani tatap muka dengan orang lain, senang menjelaskan sesuatu baik lisan maupun tulisan, berpikiran strategis dan banyak ide 

INTERPRETER (INT) : Anda senang menjelaskan sesuatu baik lisan maupun tulisan, anda memiliki daya analisis untuk mengartikan sesuatu. 

Jika dilihat dari hasil ST 30 ini, pada dasarnya Mba adalah orang yang senang berinteraksi dengan orang lain dengan cara ngobrol. Isi dari obrolan nya, akan sangat bagus jika tentang memotivasi orang lain, dan membantu orang tersebut merancang/melihat gambaran masa depannya. 

Mba bisa memberikan ide ide yang muncul dalam pikiran, karena bisa jadi orang yang Mba ajak bicara ga kepikiran ide menuju masa depannya yang lebih baik. Karena Mba communicator nya kuat, maka biasanya lebih mudah memilih pilihan kata yang digunakan, karena pada dasarnya Mba adalah pembicara yang baik 

Di sisi lain, Mba punya kekuatan dalam menganalisis sesuatu terutama untuk hal hal yang sudah terjadi, jadi semoga ini memudahkan Mba ketika memberi saran kepada orang lain karena bisa membantu menganalisis dan mengevaluasi yang sudah lalu, dalam konteks menciptakan masa depan yang lebih baik. Dalam bahasa bakat Talents Mapping, ini adalah ciri khas orang dengan bakat WOO (Winning Others Over) lemah. Orang dengan WOO tinggi paling mudah cair dengan orang baru, dan dari sinilah memulai sosialisasi. Jika kita lemah di WOO, lihat bakat lain (melalui assessment talents mapping) kita kuat di bakat mana yang terkait relasi dengan orang lain. 

Dengan mengetahui bahwa Mba hanya bisa ke orang yang sudah dekat, itu artinya Mba ga perlu memaksaskan diri membantu orang yang baru dikenal. Karena bukan seperti dorongan alami Mba. Cukup fokus pada orang orang terdekat saja, karena dari situlah Mba bisa memberi manfaat terbesar 

Allah menciptakan kemampuan manusia itu beda beda. Baik ide maupun kemampuan eksekusi adalah anugerah kemampuan yang Allah berikan. Tapi tidak berarti Allah akan berikan itu semua pada ornag yang sama. Orang dengan bakat Ideation tinggi, atau dengan peran kuat Designer dan Creator tinggi, bisa saja ide nya banyak, tapi tidak bisa mengerjakannya. dan ini sama sekali tidak salah. Ga ada kok orang yang sempurna, yang ada adalah TIM yang sempurna. Makanya manusia diciptakan beda beda, memang disuruh kolaborasi. begitu pun antara suami istri.

Pertanyaan 4 Zia-pekalongan 

Sejak kecil saya suka menggambar, mendesain, dan membuat sesuatu. Cocok dengan hasil st30. Dan alhamdulillah saya selalu bahagia tiap melakukannya teh. Yang saya tanyakan adalah: 

Dulu waktu saya SD, guru saya pernah ngomelin karena saya "gambar terus" di sekolah. Itu entah kenapa teringat terus dan membuat saya merasa apa yang saya lakuin ga berguna. Jadi walaupun saya bahagia melakukannya, ada sedikit rasa ragu gitu untuk melanjutkannya. Gimana ya mba elma, cara untuk menghilangkan mindset yang keliru ini. 

ST 30 Mbak Zia

Jawaban Teh Elma:

Mba Zia Yth, persis inilah yang sering saya dan suami sampaikan kalau mengisi seminar parenting yang temanya tentang bakat. Bakat itu alami Allah berikan, Allah install bersama dengan ditiupnya ruh ketika kita masih janin. Namun seringkali orang tua, atau guru, atau lingkungan, atau sistem pendidikan, atau zaman, yang membunuh perkembangan bakat itu. Maka lahirlah orang orang dewasa yang bingung dengan dirinya 

Perlu dipahami bahwa karena bakat itu adalah bagian alami dari diri kita, maka ketika itu dipersalahkan, hal itu signifikan membuat self worth kita jatuh. Self worth adalah perasaan bahwa diri kita berharga, perasaan bahwa diri ini bernilai. ketika Self Worth jatuh atau rendah, maka sulit bagi kita maju melangkah ke depan, atau membangun relasi yang sehat terutama dengan pasangan dan anak-anak. Kabar baiknya, bakat itu tidak kemana-mana, masih setia ada di dalam diri kita, karena itu bagian dari ruh. ada dalam Surat Al-Israa ayat 83-85, kalimat di surat itu adalah : pembawaan masing-masing. Maksudnya adalah keunikan diri, dan bakat adalah salah satu bagiannya 

Self Worth juga bisa ditingkatkan karena mba Zia sudah berkeluarga, maka suami bisa berperan aktif meningkatkan Self Worth 

Dari hasil ST 30, seperti sudah bisa diduga Mba kuat dalam peran Designer dan Creator. Ini selaras dengan carita Mba tadi suka menggambar. Designer dan Creator ini menunjukkan idenya orisinil dari Mba sendiri, lalu Mba menciptakan rancangan atau karya murni dari ide itu. Tentu peran ini menunjukkan bakat terpendam yang juga merupakan tugas kehidupan Mba 

Kira kira untuk tugas apa Allah berikan Mba kemampuan ini ? Cari itu, dan terimalah dengan lapang dada. termasuk di dalamya adalah bersedia berdamai denagn masa lalu, dan berdamai dengan sosok orang yang menjatuhkan self worth diri mba dalam pikiran mba 

Lihat lagi bahwa ada peran kuat : Caretaker. ini artinya ketika berinterkasi dengan orang lain, Mba berperan kuat dalam posisi di bawah orang lain. Dalam hal ini aktivitasnya adalah melayani, dan ini kekuatan besar Mba sebagai istri dan ibu karena Mba merasa dedikasi Mba adalah ketika berkhidmat, berbakti, merawat orang lain. ini juga menunjukkan dengan jelas, kenapa tidak ada perlawanan ketika guru dulu menjatuhkan self worth mba. Karena dalam diri mba, tidak ada pola untuk berinteraksi dengan ornag lain dengan posisi di atas orang lain, atau sejajar orang lain. Maka wajar jika apa yang orang lain tekankan terhadap Mba itu lebih mudah masuk dalam pikiran Mba tanpa perlawanan, padahal belum tentu tekanan itu benar, belum tentu orang itu benar.

Pertanyaan 5: Endah - Semarang 

Assalaamu'alaikum wr wb 

Teh Elma , prinsip meninggikan gunung , apa ya teh potensi yang bisa saya majukan dari st30 saya 

Kalo melihat st30 suami yang analitis lebih kuat kadang bisa saling menutupi kelemahan tapi juga bisa jd pengerem saya yang maunya Lari terus 

ST 30 Mbak Endah

Jawaban Teh Elma: 

Mba Endah Yth, kalau dilihat dari hasil ST 30 nya, maka Mba Endah sangat kuat dalam hal interaksi dengan orang lain. Mengapa sangat kuat, karena dari 7 lingkaran merah, 6 di antaranya adalah tentang interaksi dengan orang lain. Mba bisa menempatkan diri dalam berbagai peran. Bisa di bawah orang lain sebagai Server. Bisa sejajar orang lain sebagai Communicator, Ambassador, dan Motivator. Juga bisa di atas orang lain sebagai Selector dan Arranger. Ini adalah keunikan tersendiri, karena tidak semua orang diberikan kemampuan oleh Allah untuk berperan di tiga level interaksi sekaligus. di sisi lain, perlu disadari juga, Mba Endah punya peran lemah dalam berpikir (Thinking), Reasoning (Berlogika), Menghasilkan ide (Generating Idea) , juga kategori peran lainnya. Hanya peran Administrator peran yang kuat selain peran terkait interaksi. 

Dengan menyadari peran lemah tersebut, Mba jelas perlu orang lain untuk memikirkan konten apa yang akan Mba bawa ketika bicara ke orang lain. Orang akan betah ngobrol dengan Mba, tapi apa konten yang dibicarakan bukanlah hasil pemikiran Mba sendiri. Artinya kalau Mba mau memberi saran kepada orang lain, sebelumnya tanya dulu atau minta saran dulu ke orang yang peran ini kuat : Visionary, atau Analyst, atau Evaluator, atau Strategic 

Karena Mba kuat dalam Communicator, Mba bisa menyampaikan dengan baik saran yang tadi mba dapat, kepada orang lain yang membutuhkan. Karena Mba kuat dalam hal interaksi, mba perlu pandai pandai menilai situasi. Dalam situasi apa saya bisa berada di atas orang lain ? 

Karena peran kuat Mba adalah di Arranger dan Selector, maka jika terkait memilih orang untuk tugas tertentu, atau terkait menata pola kerja tim, Mba akan sangat bagus.

Tapi Mba akan lemah jika diharuskan mengambil keputusan strategis dan mengarahkan tim dengan keputusan itu. Carilah orang lain yang bisa memback up Mba disitu. Mba juga bagus dalam berperan memotivasi orang lain, tapi Mba tidak cukup kuat dalam membimbing orang lain belajar, karena peran Educator Mba tidak sekuat peran Motivator.

Pertanyaan 6 Primatika 

Mohon dianalisis hasil st30 tersebut.

ST 30 Mbak Prima

Jawaban Teh Elma:

Bunda Primatika Yth, peran kuat Mba yang paling signifikan adalah ketika interaksi di bawah orang lain yaitu : Caretaker dan Server 

CARETAKER (CAR) : Anda orang yang bisa merasakan perasaan orang lain sehingga senang merawat atau membantu orang lain. 

SERVER (SER) : Anda orang yang senang melayani dan mendahulukan orang lain. Dalam interaksi di atas orang lain, Mba kuat dalam peran sebagai Arranger 

ARRANGER (ARR) : Anda senang mengatur berbagai sumber daya manusia untuk mendapatkan hasil yang optimum dan tidak takut menghadapi konfrontasi. 

Dalam interaksi di bawah orang lain, Mba kuat dalam peran sebagai Ambassador. ini berarti kecenderungan kuat yang muncul ketika Mba berinteraksi denagn orang lain adalah merwat dan melayani. Di sisi lain, terkait ide, mba kuat dalam peran sebagai Designer 

DESIGNER (DES): Anda punya banyak ide juga memiliki kemampuan analisis dan menyatakannya ke dalam gambar 

Dalam hal berlogika, Mba kuat dalam peran sebagai Explorer : 

EXPLORER (EXP) : Anda seorang yang berpikiran analisis, senang mengumpulkan berbagai informasi maupun senang mempelajari sesuatu sehingga senang pada tugas penelitian. 

Melihat hasil ST 30 ini, mba bisa mengoptimalkan peran Mba dalam menelurkan ide ide dan merancang berdasarkan ide tersebut. Kemampuan kuat dalam analisis juga membantu mba bisa menghasilkan rancangan yang solid, tidak rapuh, dan punya konsep yang kuat. 

PENUTUP

Saya mengajak bunda bunda untuk lebih dalam dan lebioh sering ma'rifat pada diri sendiri, karena itu pun bagian dari ma'rifatullah. kita akan lebih paham mengapa Allah menciptakan kita di dunia, mengapa Allah memberi kita kehidupan begitu rupa, mengapa Allah memberi kejatuhan dan kebangkitan sedemikian dahsyat dalam diri kita, ketika kita kenal diri, sehingga menyadari bahwa ini semua Allah rancang untuk sesuatu. 

Diri kita yang unik, dan hidup kita yang tak ada duanya, adalah cara Allah menyiapkan hidup kita menuju misi spesifik hidup kita. Ketika itu kita ketahui, sungguh kebahagiaan yang terasa sungguh mendalam. Tidak sekedar kesenangan karena hidup kita sedang menyenangkan, tapi kebahagiaan karena penerimaan sepenuhnya terhadap diri sendiri, cinta yang mendalam pada diri sendiri, dan cinta khidmat yang penuh dan mengakar kepada Allah Yang Menciptakan kita. Termasuk juga memahami mengapa Allah menjodohkan saya dengan orang yang ini sebagai suami saya. Untuk kehidupan seperti apa di depan sana ? untuk tugas bersama seperti apa yang akan Allah mandatkan ? karena pernikahan bukan sekedar penyatuan dua insan, tapi juga sinergi antara dua manusia yang akan bersama menuju Allah. Niatkan dalam diri kita untuk menemukan misi unik diri kita, yang sebenarnya sudah Allah titipkan petunjuknya melalui bakat bakat kita. 

Niatkan untuk pulang kepada Allah dengan berucap "Alhamdulillah, mission accomplished". Selamat mengenal diri, mengenal pasangan, mengenal anak-anak. Semoga kita semua terus belajar menjadi satu keluarga yang semakin dekat menuju misi penciptaannya

***




Senin, 26 Februari 2018

Singkirkan Ketakutanmu, Let's Start Speaking English!



How are you doing today? 

today, insya Allah we will talk about greeting yaa.  And some simple expressions to practice with your kid. But before, let's talk about English learning problem in Indonesia.

Kita belajar bahasa inggris sudah luamaaaa banget, minimal 12 tahun loh untuk anak-anak jaman now. 
bahkan paud pun sekarang sudah ada materi English.  Tapiiiiii kok setiap saya tanya mahasiswa atau orang umum tentang kemampuannya berbahasa inggris, amat sedikit dari mereka yang menjawab, Yes,I can.  Mostly,mereka menjawab,aduhhh aku gak bisa bahasa inggris, bahkan yang menjawab little little I can pun sangat sedikit.

Minggu, 25 Februari 2018

Writing as Passion



Minggu lalu kita sudah membahas soal ide, bagaimana menemukan dan mengeksekusinya.  Ketika ide di kepala banyak, tapi kita selalu punya alasan kenapa ide-ide itu akhirnya menguap dan tidak berakhir menjadi tulisan. Mungkin kita patut bertanya. Apakah benar menulis sudah menjadi passion kita?


Passion adalah Nyawa Menulis

Oleh: Muhammad Arbain

Apa itu Passion?

 Passion sederhananya dapat dimaknai sebagai giroh (dalam bahasa Arab) atau yang sering disebut gairah (dalam bahasa Indonesia).
Sebagai seorang penulis, tidak jarang saya mengalami yang namanya tidak punya gairah dalam menulis. Buka laptop cuman dipandangi saja tapi menulis satu huruf saja rasanya berat apalagi membuat seuntai kata menjadi kalimat. Terkadang begitu banyak inspirasi dalam pikiran yang harus dituangkan dalam sebuah tulisan. Namun, gairah menulis tiba tiba hilang entah ke mana. Inspirasi bagaikan motor yang tak memiliki bensin. Tidak bisa bergerak laju, meskipun didorong. Menguras banyak energi dan kalori.

Memang menulis itu suatu aktivitas yang membosankan bagi orang yang tak suka menulis. Karena menulis bukanlah talenta atau keturunan (gen) bawaan lahir. Tapi, menulis itu butuh yang namanya keterampilan (skill). Keterampilan yang terus dilatih, sama halnya dengan mengendarai sepeda. Harus belajar meskipun terjatuh berkali kali. Mencoba dan terus mencoba hingga bisa. Belajar bisa dimulai dengan rajin membaca buku dan berlatih tiada jemu.

Menulis itu menurut saya butuh penelitian. Penelitian tentang gaya menulis yang merupakan ciri khas kita. Setiap penulis punya cara dan gaya berbeda. Nah, Jika ingin menjadi penulis harus punya namanya "khas" dirimu sendiri. Itulah yang membedakan antara penulis yang satu dengan lainnya. Jangan putus asa, karena kesuksesan itu ada ketika engkau ingin mengakhirinya.

Namun, semua itu tidak akan ada tanpa yang namanya "Passion". Karena Passion-lah yang akan menggerakkan hati, otak, dan tangan kita untuk melakukan sesuatu hal yang terbaik. Pekerjaan apapun itu, pasti membutuhkan Passion. Begitu juga dengan menulis. Passion adalah nyawa setiap pekerjaan.



Sumber: https://www.google.co.id/amp/s/www.kompasiana.com/amp/baimelqudsy/5986fdda8342a50c5e1c0942/passion-adalah-nyawa-menulis

Diskusi

Hari ini kita diskusi "tentang passion teman-teman dalam menulis". Sudah seberapa passionate sih teman-teman untuk menulis.

Dian Eka
Itu kayaknya belum sampai sana..masih seringnya diganduli mood. Belum sampai pada gairah yang seperti itu..lebih banyak insidental. Kepepet baru nulis buanyaaak. Nggak sreg hatinya atau suasananya ya... zonk lah sudah..absenπŸ˜”πŸ˜… Makanya sekarang harus berani kumpul bareng penulis, supaya dapat charge pecut semangatnya...πŸ™πŸ»

Winda Dwi: 
Saya belum sampai pada tahap itu mbak, baru memulai belajar biar berani nulis πŸ™ˆπŸ™ˆ

Ana Nurfitriana: 
Belum mbaa.. Hihi kadang masih suka bingung mau nulis apa πŸ˜…

Mia Hapsari: 
Saya belum sampai titik itu mba πŸ™ˆ, baru belajar berani nulis karena seringnya bahasa masih acak kadul dan baru di titik merasa happy kalo tulisannya sudah jadi. Entah bagus atau tidak hasilnya πŸ˜…πŸ˜…

Fauzia Chafitza:
Saya belum bisa menulis sehari sekali mba. Saya sangat tergantung mood anak lanang. Kalau minta seharian nemplok mamahnya, ya pasrah tidak bisa pegang hp πŸ˜…

Endriyani:
Saya juga belum, mba. Masih maju mundur cantik mau menulis.

Zia
Aku belum mba. Kadang suka ngumpul di kepala.. terus ilang gitu aja pas menghadap leptop/ hp.

Wahyu:
Saya kayanya msih jauh dari titik itu. Harus kepepet dulu bru nulis. Ide kadang banyak tapi nulisnya males.  Kadang kalau sedang nulis pun pinginnya yang singkat langsung ke inti tulisan..

Ezta: 
Saya juga kayaknya belum nemu ni. Semalem nyoba nulis, ide udah nemu.. eh baru beberapa paragraf mandeg. Bingung mau nulis apalagi, hihihi

Nurwening:
Sama mbak Wahyu, saya juga begitu. Kalau tidak tergerak sendiri belum mau nulis. Sama kayak sekarang, saya nebeng pendapat mbak Wahyu karena merasa sama, kok gak nulis sendiri, wkwkwk

Adis:
Saya masih jauh dari kata passion kayanya. Ikut rumbel ini pun supaya terpacu untuk nulis, harapannya kalo udah jadi habit, bisa enjoy banget nulisnya :)

Sip sip.. nggak apa-apa.. awalnya dulu aku juga gitu kok. Nulis nunggu mood, nulis nunggu waktu. lLama-lama mulai tergerak untuk lebih dari sekedar hobi.

Karena.. 
1. Lebih suka nulis daripada ngomong. Lebih runtut ketika membahasakan sesuatu lewat tulisan, daripada ngomong. Jadi dulu awal nulis panjang karena rajin bikin surat buat suami. Saking kalau ngomong kayanya nggak sampai, akhirnya ditulis deh. 
2. Kebutuhan. Karena Setelah resign qodarullah ditemukan dengan dunia literasi, dan nyemplung di content writing, jadilah mau nggak mau nulis setiap hari. 
3. Relaksasi. Meski kerjaannya nulis bukan berarti nggak pernah jenuh. Karena nulis berdasarkan permintaan klien, bukan pure ide pribadi. Lama-lama merasa butuh keseimbangan untuk nulis di luar kerjaan utama. Akhirnya mulai ngeblog lebih sering. Terus jadi kecanduan deh, kalau sehari nggak nulis, at least bikin status  fb yang panjang, rasanya pengen muring-muring.. hehe

Nurwening: 
Saya masih bingung mbak, ini passion bukan? Atau sekedar gaya-gayaan?? Saya pernah beberapa kali ikut lomba nulis gak besar sih tapi bisa juara 1 diantara 50an peserta pernah bikin saya GR berat. Atau pernah kepilih naskahnya masuk buku antologi. Tapi saya sadar saya ternyata pilih-pilih. Cuma kalo cocok aja: Tidak berani menantang diri diluar yang diketahui

Saya juga pilih-pilih kok mbak kalau antologi, nggak semua saya ikuti. Karena kalau nggak ada kliknya percuma juga sih ntar tulisannya nggak ada feelnya. Kalau saya lo ya :)

Nurul: 
Passion? Entah, yang pasti setelah menulis itu ada kepuasan tersendiri. Setelah nulis pikiran jadi plong.

Nah ini.. kepuasan tersendiri. Dan itu nggak bisa diterjemahkan dengan rupiah sekalipun, hehe. Nggak berharap dibaca sama orang.. tapi ketika ada yang nyolek.. "mbak, kemarin aku baca blogmu, seneng deh. Nulis terus ya." Itu kaya dapat undian trilyunan.. ooh ternyata ada yang menunggu tulisanku.  Jadi semangat untuk terus menulis lebih baik :)

Menurut Abah Rama,  passion itu  adalah suatu keadaan dimana Anda mampu melakukan suatu aktifitas dengan Enjoy, Easy dan Excellent. Anda senang melakukannya, Anda mudah melakukannya dan Anda baik dalam melakukannya.
Easy bukan berarti terus nggak pernah bingung memulai kalimat atau bikin ending ya. Aku rasa semua orang yang belajar menulis pasti pernah ngalamin titik itu kok. Tapi semakin diasah, semakin sering terbiasa menulis semakin lebih mengalir.

Di laptopku banyak tuh tulisan mandeg di tengah jalan, gara-gara bingung mau diterusin gimana wkwk Oya satu lagi.. banyak baca.. :)

Ezta: 
Berarti passion itu bisa dibentuk ya mbak? Aku dari kecil suka nulis jane, nulis diary..hihi Kalo lagi seneng sebel dll tak tulis di diary itu, tapi pas udah SMA aku ngga lagi nulis diary, ya palingan cuma sekedar coretan biasa ngga panjang.

Mau mengalir nulis. harus rajin baca. Baca apa aja..statusnya orang juga boleh kok.. kadang aku dapat ide dari baca status orang wkwk

Bisa banget mbak. Intinya sebenarnya di Enjoy.. love what you do, do what you love :)



Ezta:
Ini mbak..sepertinya kurang banget bacanya, jadi klo udah nemu ide trus nulis beberapa alinea ujug-ujug idenya mandeg. Serasa udah habis di alinea-alinea itu. Padahal palingan baru 100 kata entah ada ato ngga,itu gimana ya?😁😁

Nggak apa-apa mbak. Kalau memang bisanya segitu.. segitu aja dulu. Ntar coba lagi.. praktek lagi :)

Mia Hapsari:
Mba Marita, kalau rajin nulis berarti bisa jadi passion ya mba? Kalo rajin nulis apa tulisan kita juga bisa jadi enak dibaca mba, kok selama ini nulis tapi ya gituuu aja πŸ˜…πŸ˜…

Bisa jadi mbak. Yang menentukan enak dan nggak enak dibaca mah orang lain mbak. Jam terbang juga menentukan ya. Selain skill, menulis dari hati juga perlu. :)

Aku juga kebanyakan nulisnya pengalaman kok mbak, kalau nggak hasil datang seminar apa kajian.. makanya tagline blogku kan "diary emak dasteran, dari baperan jadi tulisan" wkwk.

Sebenarnya salah satu tanda menulis telah menjadi passion yaitu terus upgrade diri dalam skill menulis, Kaya yang dilakukan teman-teman sekarang nih. Pengen bisa tulisannya lebih mengalir, lebih enak dibaca, dsb. So, terus rawat passion itu ya dengan tetap konsisten menulis.

Mulai perlahan.. dari yang seratus kata dulu, kemudian naik jadi 300 kata.. 500 hingga mungkin nanti jadi 2000 kata.  Targetkan untuk baca buku minimal satu setiap bulan. Review bukunya kan bs jadi bahan tulisan juga.

Kalau belum bisa nulis sehari satu kali postingan di blog, awali dengan minimal satu minggu di blog. Manfaatkan sosmed untuk menulis juga. Bikin status fb ato caption IG yang agak panjangan.. dsb.

Ada banyak cara untuk melatih konsisten menulis, tinggal mau atau tidak :)




Tugas

Saya mau kasih PR buat minggu ini, khusus minggu ini ada dua PR ya.

Pertama, artikel mingguan seperti biasa yang dikumpulkan Paling lambat hari Sabtu, jam 17.00. 
Biar nggak ada alasan bingung nulis apa, Saya tentukan temanya ya.. "menjadikan menulis sebagai passion"

Kedua, dalam rangka menjaga passion penulis, wajib bagi semua member grup ini gabung dengan komunitas menulis dan blogging. Untuk komunitas menulis yang aku wajibkan: please join grup FB Ibu-ibu Doyan Nulis Interaktif. Qodarullah tadi pas nginguk ke grup itu, lagi ada persiapan mau bikin kelas untuk pemula.. hayuuuk serbu. 

Untuk komunitas blogging, karena di Semarang please join ke grup FB Blogger Gandjel Rel. Suggested silakan ikut Blogger Perempuan, Komunitas Emak Blogger, dan Blogger Muslimah. 

Kenapa harus gabung dengan komunitas menulis?
1. Networking
2. Nambah ilmu
3. Menjaga passion
4. Menjaga konsistensi

So, siap dengan dua tugas ini? Yang mau gabung selain dari komunitas-komunitas yang saya sebutkan di atas, boleh bangeeet. 

Katanya kan dekat-dekatlah sama penjual minyak wangi biar ketularan wangi. Nah, kalau pengen bisa nulis dengan lebih baik, Ayo pepet para penulis dan blogger senior, biar ketularan semangatnya.. 


List Posts of The Week (Periode 19 - 24 Februari 2018)

Tema minggu ini: "menjadikan menulis sebagai passion"

1. Wahyu
http://wahyudawetayu.blogspot.co.id/2018/02/memunculkan-passion-menulis.html

2. Zia
http://zeefauzeea.blogspot.co.id/2018/02/menulislagiyuk.html

3. Ezta
http://narendraprabowo.blogspot.co.id/2018/02/asyiknya-menulis.html

4. Adis
http://ummulabibah.blogspot.co.id/2018/02/menulis-teman-lama-yang-berusaha.html

5. Norma
http://www.keisyaavicenna.com/2018/02/11-alasanku-mencintai-aksara.html

6. Indah Laras
http://indahlarasichsan.blogspot.co.id/2018/02/menulis-keterpaksaan-sebuah-kebaikan.html

7. Nurwening
http://wen-dekamila.blogspot.co.id/2018/02/my-self-healing.html

8. Fauzia Chafitza
https://kacamatapsikolog.wordpress.com/2018/02/23/menulis-pangkal-sehat-jiwa

9. Winda Dwi
https://windamamahajid.tumblr.com/post/171228794892/yuk-jadikan-menulis-sebagai-passion

10. Nurul Kurniasih
http://untaiankatabunda.blogspot.co.id/2018/02/menulis-untuk-bahagia.html

11. Mia Hapsari
https://mamamiasstory.blogspot.co.id/2018/02/menjemput-passion-menulis.html

 12. Dian Eka
http://inidianekaningrum.blogspot.com/2018/02/merangkum-semesta-serupa-asa-aku_24.html

Salam Literasi!

Salam Kenal



Perkenalkan kami
Komunitas Ibu Profesional Semarang, blog ini berisi tentang informasi kegiatan dari komunitas kami juga beberapa artikel berkaitan dengan
women empowerment dan parenting.

Untuk bekerjasama dan informasi lebih lanjut bisa menghubungi kami di ibuprofesionalsemarang@gmail.com.

Popular Posts